Tradisi yang Mengakar: Lomba Dayung Tradisional Warnai HUT ke-26 dan IRAU Ke-11 Kabupaten Malinau

Malinau – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Malinau dan Festival Budaya IRAU ke-11 tahun 2025 kembali menghadirkan salah satu kegiatan yang paling ditunggu masyarakat, yakni Lomba Dayung Tradisional. Ajang yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Malinau melalui Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) ini berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (18–19 Oktober 2025), di Dermaga RT 07 Desa Malinau Seberang.

Bacaan Lainnya

Sejak pagi hari, ratusan masyarakat tampak memadati area dermaga untuk menyaksikan jalannya perlombaan. Dentuman gong, teriakan penyemangat dari tepi sungai, serta deru percikan air ketika perahu melaju kencang menciptakan suasana kompetitif namun tetap meriah. Tahun ini, antusiasme peserta meningkat signifikan, dengan hampir 40 perahu turun bertanding di tiga kategori.

Ketua Panitia, Burhan, menyebutkan bahwa lomba diikuti oleh 12 tim untuk kelas 30 orang, 19 tim untuk kelas 20 orang, dan 15 perahu di kategori kayak putri. Menurutnya, tingginya jumlah peserta menunjukkan bahwa masyarakat Malinau sangat mencintai tradisi olahraga berbasis budaya ini.
“Lomba dayung bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang memperkuat silaturahmi antarmasyarakat dari berbagai suku dan paguyuban. Budaya adalah kita, dan kita adalah budaya,” ujar Burhan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Malinau yang terus mendukung keberlangsungan kegiatan-kegiatan tradisional. Menurutnya, selain melestarikan budaya lokal, lomba dayung juga menjadi sarana pembinaan atlet potensial.
“Kegiatan ini bisa menjadi wadah menuju olahraga prestasi, terutama persiapan menghadapi Porprov Kalimantan Utara 2026,” tambahnya.

Memasuki Minggu sore, suasana dermaga semakin semarak ketika pertandingan final di masing-masing kategori berlangsung. Sorak dukungan dari warga mengiringi setiap kayuhan perahu yang melaju deras di atas Sungai Malinau. Usai pertandingan, Sekretaris Daerah Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., hadir langsung untuk mengumumkan para juara dan menyerahkan trofi.

Berikut hasil lomba:
Final Kelas 20 Orang: Juara 1 Serumpun, Juara 2 Temulid, Juara 3 Sei Biawak Sesayap.
Final Kelas 30 Orang: Juara 1 Serumpun Gen 2, Juara 2 Temulid, Juara 3 Intimung Bersatu.
Final Kayak Putri: Juara 1 Dua Mutiara, Juara 2 Kabiran Maju Imbaya, Juara 3 Pulbet 1.

Kemeriahan sore itu menjadi bukti bahwa olahraga tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Lomba dayung tidak hanya melestarikan identitas budaya sungai yang melekat erat di Malinau, tetapi juga mempertegas semangat daerah yang aman, tertib, rukun, dan penuh kebersamaan dalam bingkai keberagaman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *