Dua Artis Nasional Hentak IRAU Malinau Ke-11: Happy Asmara dan Silet Open Up Bawa Puluhan Ribu Penonton Larut dalam Euforia

Malinau – Panggung Budaya Padan Liu’ Burung kembali menjadi pusat perhatian ribuan masyarakat pada Sabtu malam (18/10/2025), ketika dua artis nasional—Happy Asmara dan Silet Open Up—tampil memeriahkan rangkaian HUT ke-26 Kabupaten Malinau dan Festival Budaya IRAU ke-11. Malam itu, suasana benar-benar pecah oleh energi penonton yang memenuhi seluruh area panggung hingga ke titik terluar.

Bacaan Lainnya

Sejak menjelang malam, masyarakat dari berbagai kecamatan sudah berdatangan, membawa semangat yang sama: menyaksikan penampilan dua bintang tamu yang belakangan tengah digemari publik. Ketika Happy Asmara muncul di atas panggung dengan iringan lagu pembuka “Ngopi Maszeh”, ribuan penonton langsung bersorak dan ikut bergoyang mengikuti alunan musik dangdut yang menghentak.

Happy tampil dengan gaya khasnya—enerjik, ceria, dan penuh interaksi dengan penonton. Beberapa kali ia menghampiri tepi panggung untuk menyapa masyarakat, menciptakan kehangatan tersendiri di tengah gegap gempita malam.
“Jangan pernah lelah jadi orang baik. Pokoknya yang terbaik untuk Kabupaten Malinau. Terima kasih energinya, jangan lupa undang lagi ya!” ujar Happy, yang sontak disambut teriakan antusias dari penonton.

Setelah penampilan Happy Asmara yang menghidupkan suasana, kemeriahan tidak berhenti. Sorakan semakin lantang ketika grup musik Silet Open Up naik ke panggung. Band yang tengah naik daun lewat lagu viral “Tabola Bale” ini tampil percaya diri, langsung membawa penonton pada ritme musik mereka yang khas dan penuh warna.

Silet Open Up tidak hanya membawakan lagu-lagu hits mereka, tetapi juga memberikan kejutan yang langsung mencuri perhatian. Mereka mempersembahkan “Ame Tonge”, lagu daerah khas Dayak Lundayeh, yang dibawakan dengan aransemen segar namun tetap menghormati melodi aslinya. Penampilan ini memicu tepuk tangan panjang masyarakat yang bangga melihat budaya lokal tampil di atas panggung nasional.
“Ngeri-ngeri Malinau, ngeri!” seru sang vokalis, membuat penonton makin bersemangat.

Puncak performa mereka datang ketika intro “Tabola Bale” menggema. Ribuan penonton langsung bernyanyi dan menari bersama, termasuk para pejabat daerah yang hadir dan ikut bergabung di area depan panggung. Momen itu menjadi simbol kebersamaan—musik, pejabat, dan masyarakat menyatu dalam satu suasana sukacita.

Malam tersebut menambah daftar panjang rangkaian hiburan spektakuler yang mewarnai IRAU 2025. Dengan hadirnya musisi nasional yang berhasil menyatu dengan semangat budaya lokal, perayaan kali ini kembali menunjukkan bahwa Malinau bukan hanya pusat budaya, tetapi juga ruang kebersamaan yang menghubungkan semua orang melalui seni dan musik.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *