Malinau – Pemerintah Kabupaten Malinau terus memperkuat pembinaan olahraga daerah sebagai bagian dari persiapan menghadapi berbagai agenda kompetisi, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara 2026. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui pelatihan pelatih dan wasit cabang olahraga akuatik yang digelar di Balai Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) Malinau, Selasa (20/1/2026).
Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malinau. Kegiatan ini diikuti puluhan peserta yang berasal dari berbagai kalangan insan olahraga di daerah.
Dalam keterangannya usai membuka kegiatan, Sekda Ernes menegaskan bahwa pembinaan olahraga tidak hanya berfokus pada pengembangan atlet semata, tetapi juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia lainnya, seperti pelatih dan wasit.
Menurutnya, keberadaan pelatih dan wasit yang kompeten menjadi salah satu faktor penting dalam membangun sistem pembinaan olahraga yang profesional dan berkelanjutan di daerah.
“Pelatihan ini kita arahkan bukan hanya untuk atlet, tetapi juga bagi pelatih dan wasit. Hal ini sejalan dengan target KONI Malinau dan pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia olahraga yang berkualitas,” ujar Ernes.
Ia menjelaskan bahwa pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Pengurus Cabang (Pengcab) Akuatik Kabupaten Malinau dengan menghadirkan narasumber dari Pengurus Provinsi (Pengprov) Akuatik Kalimantan Utara. Materi pelatihan difokuskan pada peningkatan kompetensi teknis, pemahaman regulasi pertandingan, serta integritas dalam menjalankan tugas sebagai pelatih maupun wasit.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap akan lahir wasit-wasit bersertifikat yang memiliki kemampuan profesional dan integritas tinggi, sehingga mampu mendukung pelaksanaan kompetisi olahraga secara adil dan berkualitas.
“Harapannya dari pelatihan ini kita bisa mendapatkan wasit yang bersertifikat dan berintegritas. Tahap berikutnya nanti juga akan dilanjutkan dengan pelatihan bagi para pelatih,” tambahnya.
Sekda Ernes juga menilai bahwa Kabupaten Malinau memiliki potensi besar dalam pengembangan cabang olahraga akuatik. Hal tersebut didukung dengan ketersediaan fasilitas olahraga yang memadai, termasuk kolam renang yang telah memenuhi standar nasional.
Menurutnya, fasilitas tersebut tidak hanya mendukung pembinaan atlet, tetapi juga berpotensi digunakan untuk menyelenggarakan event olahraga berskala besar, termasuk ajang Porprov mendatang.
“Kolam renang yang kita miliki saat ini sudah memenuhi standar nasional. Ini menjadi modal penting bagi Malinau untuk mengembangkan cabang olahraga akuatik sekaligus mendukung pelaksanaan event olahraga di tingkat provinsi,” jelasnya.
Antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan tersebut juga dinilai cukup tinggi. Dari kuota awal yang direncanakan hanya 20 peserta, jumlah pendaftar meningkat hingga 35 orang.
Ernes menilai tingginya minat tersebut menjadi indikasi positif bahwa kesadaran insan olahraga di Kabupaten Malinau terhadap pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga semakin meningkat.
“Kita tidak hanya melihat kondisi saat ini, tetapi juga bagaimana perkembangan olahraga ke depan. Minat yang tinggi ini menunjukkan bahwa persiapan menuju Porprov memang menjadi perhatian bersama,” ungkapnya.
Sebagai Ketua KONI Malinau, Ernes juga menjelaskan bahwa pelaksanaan pelatihan seperti ini diserahkan kepada masing-masing pengurus cabang olahraga (pengcab). Sementara itu, dukungan pendanaan berasal dari hibah pemerintah daerah kepada KONI Malinau, yang kemudian disalurkan kepada cabang olahraga terkait untuk menjalankan program pembinaan.
Melalui berbagai program pembinaan, termasuk pelatihan pelatih dan wasit, Pemerintah Kabupaten Malinau optimistis kesiapan daerah sebagai tuan rumah Porprov II Kalimantan Utara Tahun 2026 akan semakin matang.
Dengan meningkatnya kualitas sumber daya manusia olahraga, diharapkan Malinau tidak hanya siap sebagai penyelenggara, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah di berbagai ajang kompetisi olahraga di tingkat provinsi maupun nasional.

