Malinau – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 Hijriah/2026 Masehi dengan menggelar rapat pembentukan panitia pelaksana. Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan pemerintah daerah yang bertujuan mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat selama bulan suci Ramadhan.
Rapat pembentukan panitia dilaksanakan di Ruang Rapat Wakil Bupati Malinau, Rabu (14/1/2026), dan dipimpin langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setkab Malinau, Drs. H. Kamran Daik, M.Si. Pertemuan tersebut dihadiri oleh sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) serta unsur terkait yang nantinya akan terlibat dalam pelaksanaan kegiatan Safari Ramadhan di berbagai wilayah di Kabupaten Malinau.
Usai memimpin rapat, Kamran Daik menjelaskan bahwa pembentukan panitia dilakukan lebih awal guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat dipersiapkan secara matang dan terkoordinasi dengan baik. Ia menyebutkan bahwa pelaksanaan Safari Ramadhan diperkirakan akan dimulai sekitar 19 atau 20 Februari 2026, namun pemerintah daerah memilih untuk memulai persiapan jauh hari sebelumnya.
“Kalau bisa dipersiapkan lebih awal tentu lebih baik. Atas arahan dan saran dari Bapak Wakil Bupati, kami diminta segera membentuk kepanitiaan Safari Ramadhan Pemkab Malinau agar seluruh persiapan dapat berjalan maksimal,” ujar Kamran.
Menurutnya, Safari Ramadhan merupakan salah satu program rutin pemerintah daerah yang setiap tahun dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya umat Muslim di Kabupaten Malinau.
Melalui kegiatan tersebut, jajaran pemerintah daerah biasanya melakukan kunjungan ke sejumlah masjid untuk melaksanakan buka puasa bersama, salat berjamaah, serta menyerahkan bantuan kepada masyarakat dan pengurus rumah ibadah.
Kamran menambahkan bahwa pola pelaksanaan Safari Ramadhan tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dari total sekitar 41 masjid yang tersebar di wilayah Kabupaten Malinau, tidak semuanya akan dikunjungi dalam satu tahun pelaksanaan kegiatan.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kunjungan Safari Ramadhan dilakukan secara bergiliran. Masjid yang belum pernah dikunjungi akan menjadi prioritas agar kegiatan ini dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa hasil rapat pembentukan panitia tersebut akan segera dilaporkan kepada Wakil Bupati Malinau sebagai bentuk laporan awal terkait kesiapan pelaksanaan kegiatan.
“Rencana hasil pembentukan panitia ini akan kami laporkan kepada Bapak Wakil Bupati pada hari Senin mendatang, sehingga dapat segera ditindaklanjuti dengan persiapan teknis berikutnya,” katanya.
Lebih lanjut, Kamran menegaskan bahwa meskipun pemerintah saat ini tengah melakukan penyesuaian anggaran di berbagai sektor, pelaksanaan Safari Ramadhan tetap akan dilaksanakan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata bersifat seremonial, tetapi juga memiliki nilai spiritual dan sosial yang penting bagi masyarakat.
“Memang saat ini ada efisiensi anggaran di berbagai kegiatan, namun Safari Ramadhan tetap kita laksanakan. Jika dilakukan dengan niat yang tulus dan penuh keikhlasan, kegiatan ini tidak akan terlalu terbebani oleh persoalan anggaran,” ujarnya.
Ia menilai Safari Ramadhan menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan spiritual sekaligus mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
“Ini bukan sekadar kegiatan formal, tetapi juga menjadi bentuk hubungan nurani kita kepada Sang Pencipta. Melalui kegiatan ini, kita dapat mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta meningkatkan nilai keimanan di tengah masyarakat,” ungkap Kamran.
Dengan dimulainya persiapan sejak dini, Pemkab Malinau berharap pelaksanaan Safari Ramadhan 1477 Hijriah/2026 Masehi dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Selain menjadi sarana ibadah, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat hubungan antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga keharmonisan kehidupan sosial di Kabupaten Malinau.

