Pemkab Malinau Gelar Lomba Mural HAKORDIA 2025: Sekda Ernes Tekankan Integritas sebagai Benteng Melawan Korupsi

Malinau — Semangat pemberantasan korupsi digaungkan Pemerintah Kabupaten Malinau melalui Lomba Mural dalam rangka peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025, yang digelar di Siring Beton PDAM Desa Kuala Lapang, Jumat (21/11/2025) pagi. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H, sekaligus menandai komitmen daerah dalam memperkuat budaya integritas.

Bacaan Lainnya

Dengan mengusung tema Bersama Lawan Korupsi, Bersama Lindungi Malinau,” lomba mural tahun ini diikuti 10 tim beranggotakan total 30 peserta. Mereka terdiri dari pelajar SMA/SMK, komunitas seni lokal, guru, hingga anggota Polri. Para peserta tampak antusias menyiapkan karya terbaik mereka, memadukan pesan moral dengan kreativitas visual untuk menyuarakan perlawanan terhadap korupsi.

Dalam sambutannya, Sekda Ernes menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kompetisi seni, melainkan ruang edukasi publik untuk memperkuat kesadaran antikorupsi sejak dini. Menurutnya, seni mural memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan secara lebih efektif, mudah dipahami, dan memiliki daya jangkau luas.

“Mural adalah media yang dekat dengan masyarakat. Melalui gambar, warna, dan simbol, pesan-pesan antikorupsi bisa menyentuh lebih banyak orang. Korupsi adalah musuh bersama, dan melalui seni inilah kita suarakan nilai kejujuran serta integritas agar Malinau tetap terlindungi dari praktik yang merugikan daerah dan masyarakat,” ujar Ernes.

Ia juga menambahkan bahwa upaya memerangi korupsi tidak dapat dibebankan pada satu lembaga saja. Perlu keterlibatan keluarga, institusi pendidikan, komunitas seni, hingga aparat pemerintahan dalam membangun budaya transparansi dan akuntabilitas di semua lini.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Kabupaten Malinau, Dani Subroto, S.Hut., M.Si, dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa HAKORDIA merupakan kampanye global yang bertujuan memperkuat ekosistem antikorupsi dan mendorong masyarakat lebih berani melaporkan serta menolak segala bentuk penyimpangan. Melalui lomba mural, nilai-nilai tersebut diharapkan dapat disampaikan dengan cara kreatif, menyenangkan, dan berkesan.

“Kegiatan ini adalah salah satu bentuk edukasi publik. Kami ingin pesan antikorupsi terus digaungkan, terutama kepada generasi muda yang akan menjadi garda terdepan dalam menjaga pemerintahan yang bersih,” ujarnya.

Lomba mural yang digelar di ruang terbuka ini sukses menarik perhatian masyarakat sekitar. Selain menjadi sarana kampanye, karya-karya mural tersebut nantinya akan dipertahankan sebagai dekorasi ruang publik agar pesan antikorupsi dapat dilihat setiap hari oleh masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Malinau berharap budaya integritas semakin mengakar dan menciptakan lingkungan sosial yang menolak segala bentuk penyimpangan, sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lebih transparan, efektif, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *