Malinau – Paguyuban Tionghoa Kabupaten Malinau tampil memukau dalam acara Irau ke-11 yang digelar di Panggung Budaya Padan Liu Burung, Jum’at siang (17/10/2025). Acara yang rutin digelar setiap tahun ini menampilkan berbagai kesenian dan budaya lokal, serta menjadi ajang mempererat kerukunan antar-suku dan komunitas di Malinau.
Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada Paguyuban Tionghoa atas partisipasi mereka. “Paguyuban Tionghoa telah menjadi bagian penting dalam pembangunan Kabupaten Malinau, baik di bidang ekonomi maupun sosial. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan untuk melestarikan budaya dan kesenian daerah,” ujar Bupati.
Salah satu sorotan utama acara adalah pertunjukan Kung Fu Shaolin dari Henan, China. Para atlet menampilkan teknik-teknik beladiri yang memukau, mulai dari gerakan cepat hingga formasi kompleks, yang berhasil menyedot perhatian masyarakat yang hadir. Selain pertunjukan, rombongan dari China juga membagikan ilmu dan pengalaman seni bela diri Shaolin kepada pengunjung, terutama generasi muda, sebagai bagian dari edukasi budaya internasional.
Paguyuban Tionghoa Kabupaten Malinau juga menampilkan berbagai kesenian tradisional dan budaya Tionghoa dengan penuh sukacita. Paguyuban ini menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan untuk berpartisipasi dalam acara tahunan tersebut, serta harapan agar kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung. “Kami berharap budaya Tionghoa dapat dikenal lebih luas dan menjadi jembatan memperkuat kerukunan di Malinau,” kata perwakilan paguyuban.
Acara Irau ke-11 berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni lain, mulai dari tarian tradisional Dayak hingga musik daerah. Bupati Malinau menegaskan, kegiatan ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga momentum untuk mendorong kreativitas dan inovasi masyarakat di bidang seni dan budaya.
Rangkaian kegiatan Irau ke-11 menutup siang dengan antusiasme tinggi dari masyarakat. Kehadiran pertunjukan internasional seperti Kung Fu Shaolin sekaligus menegaskan bahwa Kabupaten Malinau mampu menjadi tuan rumah acara budaya yang memadukan lokalitas dan globalitas.
Dengan suksesnya partisipasi Paguyuban Tionghoa dan pertunjukan internasional ini, Bupati berharap agar setiap generasi di Malinau dapat terus terinspirasi untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kesenian serta budaya daerah demi kemajuan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

