Padi Reborn Guncang IRAU 2025: Fadly Kenakan Batik Malinau, Ribuan Penonton Larut dalam Nostalgia

Malinau – Grup band legendaris Padi Reborn tampil memeriahkan rangkaian HUT ke-26 Kabupaten Malinau dan Festival Budaya IRAU ke-11. Betempat di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, Pada Kamis malam (16/10/2025). Ribuan penonton yang sejak awal memenuhi area festival langsung memberikan sambutan luar biasa ketika para personel Padi naik ke atas panggung utama.

Bacaan Lainnya

Tanpa basa-basi, Padi Reborn membuka konser dengan lagu ikonis “Sang Penghibur”, sebuah nomor energik yang langsung membuat penonton berteriak antusias. Musik yang mengalun kuat dan suara khas sang vokalis, Andi Fadly Arifuddin, menghipnotis setiap orang yang hadir. Banyak di antara penonton yang ikut bernyanyi sambil mengangkat ponsel untuk mengabadikan momen, menandakan kuatnya ikatan lagu-lagu Padi dengan memori pendengarnya.

Penampilan malam itu terasa kian spesial ketika Fadly muncul dengan jaket bermotif batik Malinau, dipadukan dengan kalung manik khas Dayak. Sentuhan budaya lokal pada kostum tersebut sontak menarik perhatian ribuan mata, menjadi bentuk penghormatan mendalam terhadap masyarakat Bumi Intimung.

Dalam sela penampilannya, Fadly menyapa penonton dengan kalimat penuh kehangatan.
“Ini adalah kali pertama kami datang ke Malinau. Luar biasa! Terima kasih atas sambutannya. Semoga festival ini terus dilestarikan sebagai contoh indahnya keberagaman Indonesia. Kami doakan masyarakat Malinau selalu sehat, semakin sejahtera, dan terus menjaga alam Indonesia. Selamat malam!” ujarnya, disambut riuh tepuk tangan dan sorak penonton.

Sebagai grup musik pop rock yang telah melahirkan banyak karya besar sejak akhir 1990-an, Padi Reborn—yang digawangi oleh Piyu, Ari, Rindra, Yoyo, dan Fadly—membawakan deretan lagu andalan mereka sepanjang malam. Setiap lagu menghadirkan nostalgia berbeda, mempertemukan generasi lama dan baru dalam satu harmoni yang jarang ditemui.

Kehadiran Padi Reborn menambah daftar panjang artis nasional yang tampil di IRAU 2025, setelah sebelumnya panggung yang sama dimeriahkan oleh Slank, Judika, dan musisi lainnya. Malam itu, gemerlap cahaya, lantunan musik, dan semangat persaudaraan masyarakat Malinau terasa berpadu sempurna.

Dalam momentum tersebut, IRAU kembali menunjukkan perannya sebagai festival budaya yang bukan hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menjadi ruang bertemunya seni modern dan budaya lokal. Malinau seolah menjadi titik temu antara identitas, hiburan, dan kebanggaan yang terus dijaga bersama.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *