Malam Anugerah Desa dan RT Terbaik 2025, Pemkab Malinau Apresiasi Dedikasi Pembangunan dari Akar Rumput

Malinau – Pemerintah Kabupaten Malinau menggelar Malam Anugerah Desa dan RT Terbaik 2025 di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, Minggu (12/10/2025) malam. Kegiatan yang telah memasuki tahun ketiga ini menjadi ajang apresiasi bagi desa dan RT berprestasi yang berkontribusi aktif dalam mendukung pembangunan daerah di berbagai sektor.

Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum penting untuk memberikan penghargaan atas kerja keras dan dedikasi para kepala desa, pengurus RT, serta masyarakat yang berkomitmen membangun lingkungannya.

“Pembangunan desa adalah pondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kita terus mendorong agar desa menjadi subjek utama pembangunan, bukan hanya objek,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Wempi juga menyinggung keberhasilan Kabupaten Malinau meraih Juara I Nasional Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tahun 2024 melalui Posyantek Karya Mandiri Desa Sempayang. Ia menyebut prestasi tersebut sebagai bukti nyata bahwa masyarakat desa memiliki inovasi dan kreativitas tinggi dalam mendukung kemandirian lokal.

Selain memberikan penghargaan bagi desa inovatif, pemerintah daerah juga menilai kinerja desa dalam pengelolaan dana desa. Bupati Wempi menekankan pentingnya pengelolaan dana desa yang efektif dan tepat sasaran sebagai kunci untuk mempercepat pelayanan publik, menurunkan angka stunting, serta mengentaskan kemiskinan.

Dalam rangka memperkuat pembangunan sumber daya manusia, Bupati turut memperkenalkan dua program unggulan: Desa Sarjana Unggul (DSU) dan SAGET – Smart Government. Program DSU diarahkan untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan masyarakat desa, sementara SAGET merupakan transformasi digital dari konsep RT Bersih menuju tata kelola pemerintahan yang transparan dan efisien.

“Pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan pembangunan literasi dan karakter. Masyarakat yang maju dilihat dari daya pikir, daya baca, dan daya cipta manusianya,” pungkas Bupati Wempi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *