Kasus TBC Global Naik, Indonesia Tempati Peringkat Kedua Dunia

Jakarta, Mei 2025 — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis laporan terbaru yang menunjukkan peningkatan signifikan kasus tuberkulosis (TBC) secara global. Dalam data yang dirilis, tercatat 8,2 juta kasus TBC terjadi sepanjang tahun 2023 — meningkat dari 7,5 juta kasus pada 2022 dan 7,1 juta pada 2019.

Yang mengejutkan, Indonesia kini menduduki posisi kedua dalam daftar negara dengan jumlah kasus TBC terbanyak di dunia, hanya kalah dari India. Indonesia menyumbang sekitar 10% dari total kasus global, sementara India tercatat menyumbang 26%. Tiga negara lain yang masuk lima besar adalah China (6,8%), Filipina (6,8%), dan Pakistan (6,3%).

Kendati angka infeksi meningkat, angka kematian global akibat TBC justru mengalami penurunan. WHO mencatat 1,25 juta kematian akibat TBC pada 2023, turun dari 1,32 juta pada tahun sebelumnya.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyebut TBC sebagai salah satu penyakit menular paling mematikan di Indonesia, dengan sekitar 100.000 nyawa melayang setiap tahunnya akibat infeksi ini. Ia menekankan bahwa penanggulangan TBC membutuhkan pendekatan kolaboratif dan inovatif.

Salah satu upaya konkret yang tengah dilakukan pemerintah adalah keikutsertaan Indonesia dalam uji klinis vaksin TBC M72/AS01E yang didukung oleh Gates Foundation. Diharapkan, vaksin ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi angka penularan dan kematian akibat TBC di Indonesia.

Peningkatan kasus TBC ini menjadi alarm bagi pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk memperkuat strategi pencegahan, diagnosis dini, serta pengobatan yang efektif.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *