Jakarta, Mei 2025 — Indonesia resmi menjadi salah satu negara yang ikut ambil bagian dalam uji klinis vaksin tuberkulosis (TBC) terbaru, M72/AS01E, yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi GlaxoSmithKline (GSK) dengan dukungan dana dari Bill & Melinda Gates Foundation.
Uji coba vaksin ini telah dimulai sejak November 2024 dan kini memasuki fase ke-3. Lebih dari 2.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jawa Barat dan Kota Bandung, telah dilibatkan dalam penelitian ini. Tujuannya adalah untuk menilai efektivitas dan keamanan vaksin dalam mencegah TBC — penyakit menular yang masih menjadi ancaman serius di Indonesia, negara dengan kasus TBC terbanyak kedua di dunia.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa partisipasi Indonesia bukan bentuk percobaan sembarangan. “Justru ini adalah kesempatan untuk tahu lebih awal apakah vaksin ini cocok untuk populasi kita,” ujarnya. Ia juga menampik anggapan bahwa masyarakat dijadikan “kelinci percobaan,” karena uji klinis dilakukan dengan standar ilmiah yang ketat dan telah disetujui oleh Badan POM.
BPOM sendiri telah menyatakan bahwa kandidat vaksin ini aman dan layak untuk uji klinis di Indonesia, setelah melewati proses evaluasi mendalam. Namun, tetap ada suara kritis dari sejumlah pihak, termasuk mantan Menkes Siti Fadilah Supari, yang menyoroti pentingnya transparansi dan edukasi publik dalam program ini agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Uji klinis vaksin TBC ini menjadi bagian dari langkah global untuk memperkuat perlindungan terhadap penyakit yang telah lama menjadi momok, terutama di negara-negara berkembang. Bila hasil uji coba ini sukses, Indonesia bukan hanya jadi pengguna awal vaksin, tetapi juga bagian dari sejarah pengembangan solusi kesehatan global.

