Malinau– Ribuan pengunjung mulai memadati Kabupaten Malinau menjelang Festival Budaya Irau ke-11 yang bertepatan dengan HUT Kabupaten Malinau ke-26. Di balik kemeriahan pertunjukan budaya dan atraksi seni tradisional, festival ini menghadirkan dampak ekonomi nyata bagi para pengrajin lokal. Tidak hanya pengrajin batik, pelaku kerajinan rotan juga merasakan manfaat signifikan, dengan pesanan produk yang meningkat tajam menjelang perayaan.
Salah satu pengrajin rotan yang merasakan dampak positif adalah Arisandi, yang telah menekuni usaha kerajinan rotan sejak 2020. Sebelumnya, ia bekerja di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Malinau, tempat ia belajar banyak teknik dan peluang usaha rotan. “Awalnya saya sempat bekerja di Perumda Malinau, di situ saya banyak belajar tentang kerajinan rotan. Melihat peluangnya masih terbuka lebar, akhirnya saya memutuskan menekuni usaha ini,” ujar Arisandi.
Sejak Agustus 2025, saat persiapan Festival Irau dimulai, permintaan produk rotan meningkat drastis. Keranjang, dekorasi panggung, hingga perlengkapan acara banyak dipesan. “Omzet meningkat drastis sejak beberapa bulan terakhir. Ini jelas dampak positif dari Irau. Terima kasih kepada Pemda Malinau, khususnya Bupati Wempi, yang selalu memberi semangat dan dukungan kepada kami para pengrajin,” tambahnya.
Selain pasar lokal, produk rotan Arisandi bahkan sudah menembus pasar ekspor hingga Malaysia. Meski demikian, ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih lanjut terkait promosi dan pemasaran produk rotan Malinau agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Fenomena ini menunjukkan bahwa Festival Irau bukan sekadar ajang hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kreatif lokal. Festival ini memberi panggung bagi pengrajin untuk memamerkan karya mereka, meningkatkan omzet usaha, serta membuka peluang menembus pasar nasional maupun internasional.
“Ini momentum penting bagi pengrajin Malinau. Irau memberi kami peluang nyata untuk berkembang dan mengenalkan produk ke tingkat yang lebih tinggi,” tutup Arisandi.
Dengan ribuan pengunjung dari berbagai daerah yang hadir setiap tahunnya, Festival Irau membuktikan dirinya sebagai strategi pembangunan daerah yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat ekonomi kreatif dan kerakyatan di Malinau.

