Antusias Masyarakat Desa Malinau Seberang: Festival Irau Jadi Penggerak Ekonomi dan Budaya

Malinau – Menjelang perayaan Festival Budaya Irau ke-11 sekaligus HUT Kabupaten Malinau ke-26, suasana meriah mulai terasa hingga ke pelosok desa, termasuk Desa Malinau Seberang, Kecamatan Malinau Utara. Momentum dua tahunan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga terbukti berdampak nyata bagi ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Malinau Seberang, Burhan, menegaskan bahwa masyarakat desa selalu menantikan Irau sebagai kesempatan untuk mengembangkan usaha. “Antusias warga kami sangat tinggi. Mereka melihat Irau sebagai kesempatan untuk membuka usaha, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga layanan lain yang bisa menambah penghasilan,” ujar Burhan kepada wartawan.

Menurut Burhan, bagi warga desa, festival budaya ini memberikan dampak ekonomi yang jelas. “Kalau ada yang bilang Irau tidak berdampak, mungkin mereka bukan bagian dari warga Malinau yang merasakan langsung manfaatnya,” tambahnya. Setiap kali festival digelar, UMKM lokal mengalami lonjakan penjualan dan pesanan, sekaligus membuka peluang promosi produk tradisional kepada wisatawan dari berbagai daerah.

Selain sisi ekonomi, Festival Irau juga berfungsi sebagai ajang pelestarian budaya. Salah satunya terlihat melalui lomba dayung yang rutin digelar. Burhan menyebut, warga sangat bersemangat mempersiapkan perahu dan berlatih untuk tampil maksimal. “Ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga tentang menjaga kelestarian budaya,” jelasnya.

Lebih jauh, Burhan menekankan bahwa Irau merupakan wujud nyata upaya masyarakat Malinau dalam melestarikan tradisi leluhur. Tanpa kegiatan ini, dikhawatirkan beberapa tradisi yang menjadi jati diri masyarakat akan terkikis seiring waktu. Dukungan pemerintah daerah, khususnya Bupati Malinau Wempi, menurut Burhan, menjadi faktor penting dalam keberlangsungan festival ini. “Beliau adalah pemimpin yang peduli pada budaya dan mau menjaganya,” ucapnya.

Dengan semangat yang sama, Burhan mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan momentum Irau secara optimal. Para pelaku UMKM, seniman, dan komunitas budaya didorong menampilkan karya terbaik demi memberi pengalaman berkesan bagi wisatawan. “Semoga Irau berjalan aman, tertib, dan lancar, sehingga ke depan dapat kembali digelar secara meriah lagi,” tutupnya.

Festival Budaya Irau ke-11 tidak hanya sekadar hiburan tahunan, tetapi menjadi titik temu antara pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ribuan pengunjung yang hadir memberikan peluang nyata bagi UMKM lokal untuk berkembang, sekaligus memperkuat identitas budaya Kabupaten Malinau di mata nasional maupun internasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *