Malinau Matangkan Persiapan Hari Otonomi Desa Kaltara 2026, Desa Wisata Pulau Sapi Disiapkan Jadi Pusat Kegiatan

Malinau – Pemerintah Kabupaten Malinau mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Peringatan Hari Otonomi Desa Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026, yang tahun ini dipercayakan kepada Kabupaten Malinau sebagai tuan rumah. Agenda tingkat provinsi tersebut direncanakan dipusatkan di Desa Wisata Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang, yang dikenal sebagai salah satu desa wisata unggulan.

Bacaan Lainnya

Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, Pemkab Malinau menggelar rapat koordinasi persiapan di Ruang Intulun, yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., Selasa (13/1/2026). Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, camat, kepala desa, serta unsur teknis lainnya yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.

Dalam arahannya, Sekda Ernes Silvanus menegaskan bahwa waktu persiapan yang tersedia relatif singkat sehingga diperlukan kerja sama dan koordinasi yang solid dari seluruh pihak.

“Kita hanya memiliki waktu sekitar dua minggu untuk mempersiapkan kegiatan ini. Karena itu saya minta semua OPD dan pemerintah desa bekerja secara serius dan terkoordinasi dengan baik,” ujar Ernes.

Ia optimistis Desa Pulau Sapi mampu menjalankan peran sebagai tuan rumah dengan baik, mengingat desa tersebut telah beberapa kali menjadi lokasi berbagai kegiatan berskala daerah maupun provinsi.

“Desa Pulau Sapi sudah terbiasa menjadi tuan rumah berbagai kegiatan. Saya yakin dengan kerja sama yang baik, kita bisa menyiapkan semuanya dengan optimal,” katanya.

Dalam rapat tersebut, Sekda juga menekankan pentingnya perencanaan kegiatan yang efektif dan efisien agar rangkaian acara dapat berjalan lancar tanpa membebani para tamu undangan.

Menurutnya, pengaturan agenda yang terintegrasi akan membuat kegiatan lebih tertib sekaligus memberikan kenyamanan bagi peserta yang hadir dari berbagai daerah di Kalimantan Utara.

“Kalau memungkinkan, dalam satu kegiatan kita bisa menyelesaikan beberapa agenda sekaligus, sehingga tamu tidak harus berpindah-pindah lokasi terlalu sering. Apalagi kondisi cuaca di Pulau Sapi cukup panas, jadi kenyamanan tamu harus kita perhatikan,” jelasnya.

Selain kesiapan teknis kegiatan, Ernes juga mendorong seluruh desa di Kabupaten Malinau untuk menampilkan potensi unggulan masing-masing dalam pameran potensi desa yang menjadi salah satu agenda utama dalam peringatan Hari Otonomi Desa.

Menurutnya, momentum ini menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan berbagai produk dan potensi desa kepada masyarakat luas, termasuk kepada tamu undangan dari seluruh wilayah Kalimantan Utara.

“Ini bukan hanya dilihat oleh masyarakat Malinau, tetapi juga oleh seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Utara. Karena itu, tampilkan potensi desa kita secara maksimal, baik dari sektor pertanian, peternakan, UMKM, maupun kerajinan khas desa,” tegasnya.

Sekda juga meminta agar kegiatan tersebut melibatkan pelaku UMKM lokal serta generasi muda desa, sehingga acara tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya pengaturan berbagai aspek pendukung kegiatan, mulai dari pengaturan lalu lintas, keamanan, kebersihan lingkungan, hingga penyelenggaraan pasar malam yang akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

Persiapan fasilitas penginapan juga menjadi perhatian khusus, mengingat sebagian tamu undangan direncanakan akan menginap di desa selama beberapa hari.

“Homestay harus benar-benar dipastikan kondisinya layak. Saya minta camat dan kepala desa melakukan pengecekan langsung, karena tamu akan menginap beberapa hari di sana. Kita harus memberikan kesan yang baik kepada para tamu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Malinau, Dr. Fiteriady, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Peringatan Hari Otonomi Desa Provinsi Kalimantan Utara akan dilaksanakan selama empat hari, yakni 27 hingga 30 Januari 2026.

Seluruh kegiatan direncanakan berlangsung di Lapangan Balai Adat Desa Pulau Sapi, yang akan menjadi pusat kegiatan utama.

“Pada tanggal 27 Januari akan dimulai dengan persiapan dan pembukaan stand pameran desa. Kemudian pada 28 Januari dilaksanakan upacara peringatan Hari Otonomi Desa sekaligus pembukaan resmi pameran,” jelas Fiteriady.

Selanjutnya, pada 29 Januari akan digelar seminar nasional yang membahas berbagai isu strategis terkait pembangunan desa, otonomi desa, serta penguatan ekonomi masyarakat desa. Rangkaian kegiatan tersebut kemudian akan ditutup secara resmi pada 30 Januari 2026.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Malinau berharap seluruh pihak dapat bersinergi dan menjalankan tugas masing-masing secara optimal sehingga pelaksanaan Peringatan Hari Otonomi Desa Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026 dapat berlangsung dengan lancar, tertib, dan sukses.

Selain menjadi ajang memperkuat peran desa dalam pembangunan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkenalkan potensi Desa Wisata Pulau Sapi sebagai salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Malinau kepada masyarakat luas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *