Natal Oikumene Malinau Jadi Simbol Persatuan Umat, Bupati Wempi Tekankan Peran Keluarga dalam Menghadapi Tantangan Zaman

Malinau – Ribuan umat Kristiani dari berbagai denominasi gereja memadati Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, Minggu (11/1/2026), untuk mengikuti Perayaan Natal Oikumene Kabupaten Malinau yang berlangsung penuh sukacita dan kebersamaan. Kegiatan tahunan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat persatuan umat sekaligus memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Bacaan Lainnya

Perayaan Natal bersama ini dihadiri langsung oleh Bupati Malinau Wempi W Mawa, S.E., M.H., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, pimpinan gereja, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Malinau. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat sejak awal kegiatan, ketika umat dari berbagai gereja berkumpul merayakan kelahiran Yesus Kristus dalam satu perayaan iman.

Dalam sambutannya, Bupati Wempi menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya perayaan Natal Oikumene yang kembali mempertemukan umat Kristiani dalam suasana damai dan penuh kasih.

“Perayaan Natal ini menjadi momentum yang sangat indah, karena kita dapat berkumpul bersama dalam suasana damai dan penuh sukacita untuk merayakan kelahiran Tuhan Yesus Kristus,” ujar Wempi.

Bupati juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada pembicara rohani Romo Albertus Joni, yang lebih dikenal sebagai Romo Koko, dari Jakarta. Selain itu, perayaan Natal Oikumene tahun ini juga semakin semarak dengan kehadiran Fandy Santoso, vokalis band Krispatih yang kini dikenal sebagai penyanyi rohani.

Menurut Bupati Wempi, Natal bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi merupakan peristiwa iman yang mengingatkan umat manusia akan kasih Allah yang begitu besar bagi dunia.

Ia menilai tema Natal tahun ini, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, sangat relevan dengan kondisi kehidupan masyarakat saat ini. Keluarga, kata dia, merupakan tempat pertama bagi setiap individu untuk belajar tentang iman, nilai kehidupan, serta pembentukan karakter.

Namun di sisi lain, keluarga juga menjadi pihak yang paling rentan terdampak oleh berbagai tantangan zaman, mulai dari persoalan sosial hingga pengaruh negatif perkembangan teknologi dan budaya.

“Melalui perayaan Natal Oikumene ini kita diingatkan bahwa Tuhan selalu hadir memberikan pengharapan, pemulihan, dan kekuatan bagi setiap keluarga,” kata Wempi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Natal Oikumene merupakan simbol nyata persatuan umat Kristiani di Kabupaten Malinau. Perbedaan denominasi gereja, menurutnya, bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekayaan yang memperkuat kebersamaan dalam satu iman.

“Perbedaan denominasi bukanlah sekat yang memisahkan kita. Justru perbedaan itu menjadi kekayaan yang memperkuat kebersamaan kita dalam kasih Kristus,” ujarnya.

Semangat kebersamaan tersebut, lanjutnya, juga sejalan dengan nilai toleransi antarumat beragama yang selama ini terus dijaga di Kabupaten Malinau.

Pada kesempatan itu, Bupati Wempi turut mengajak umat Kristiani untuk terus mendukung pembangunan daerah melalui berbagai program pemerintah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Melalui semangat kebersamaan yang tercermin dalam perayaan Natal Oikumene, ia berharap masyarakat Malinau dapat terus bergandengan tangan dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah, termasuk lima program inovasi Kabupaten Malinau.

“Saya berharap melalui kebersamaan dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Kabupaten Malinau akan semakin maju, damai, dan sejahtera ke depan,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari panitia penyelenggara, para hamba Tuhan, aparat keamanan, hingga masyarakat lintas agama yang turut menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

Sementara itu, Ketua Panitia Natal Oikumene Kabupaten Malinau, Pdt. Dr. Yulius Daud, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan mempererat persatuan umat Kristiani serta memperkuat kehidupan spiritual masyarakat.

Menurutnya, Natal Oikumene tidak hanya menjadi sarana perayaan iman, tetapi juga wadah untuk mempererat silaturahmi antarumat Kristen sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat lintas agama di Kabupaten Malinau.

Ia juga mengajak seluruh umat Kristiani untuk terus menjaga persatuan serta mendukung program pemerintah melalui doa dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami mengajak seluruh umat untuk tetap menjaga kebersamaan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah persatuan, serta terus berkontribusi bagi kemajuan daerah,” kata Yulius.

Perayaan Natal Oikumene tahun ini berlangsung semakin semarak dengan rangkaian pujian dan penyembahan, pelayanan firman Tuhan oleh Romo Koko, serta penampilan lagu-lagu rohani yang dibawakan Fandy Santoso.

Kehadiran para pelayan rohani tersebut diharapkan dapat membawa sukacita, penguatan iman, serta menjadi berkat bagi seluruh jemaat yang hadir dalam perayaan Natal Oikumene Kabupaten Malinau tahun ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *