Malinau — Pemerintah Kabupaten Malinau melalui Sekretaris Daerah Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H. resmi meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis yang digagas oleh Badan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Peluncuran tersebut berlangsung di halaman SMPN 2 Desa Malinau Hulu, Kecamatan Malinau Kota, pada Senin (24/11/2025) pagi.
Acara ini dihadiri oleh jajaran perangkat daerah, tenaga pendidik, perwakilan SPPG, tokoh masyarakat, serta para peserta didik yang menjadi penerima manfaat program. Suasana antusias terlihat ketika Sekda Ernes secara simbolis menyerahkan paket makanan bergizi kepada para siswa sebagai tanda dimulainya implementasi program di wilayah Malinau.
Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden dan Wakil Presiden RI, yang telah menginisiasi program nasional pemenuhan gizi bagi peserta didik di seluruh Indonesia. Menurutnya, kebijakan makan bergizi gratis merupakan langkah strategis dalam menyiapkan generasi berkualitas yang memiliki daya saing tinggi.
“Program ini bukan sekadar pembagian makanan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan konsentrasi belajar, mendukung tumbuh kembang anak, dan membentuk generasi yang cerdas, sehat, serta berkarakter,” ujar Ernes.
Sekda menegaskan bahwa Pemkab Malinau berkomitmen memastikan program ini menjangkau seluruh sekolah dan posyandu, baik di wilayah perkotaan maupun pedalaman. Untuk itu, pemerintah daerah membutuhkan koordinasi yang solid antara SPPG, pihak sekolah, mitra penyedia layanan, serta yayasan atau lembaga penyelenggara.
Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan apresiasi kepada SPPG Muhammadiyah yang dinilai aktif melakukan koordinasi dan menjaga konsistensi dalam penyelenggaraan program. Ernes mengingatkan bahwa kualitas pelayanan harus dijaga, mulai dari standar bahan makanan, proses pengolahan, hingga distribusi kepada peserta didik.
“Saya meminta seluruh pihak untuk mengikuti SOP dengan baik dan menjaga pengawasan secara optimal. Jika ada kendala di lapangan, segera komunikasikan agar dapat dievaluasi bersama. Jangan sampai ada informasi yang belum terverifikasi beredar di media sosial karena itu dapat merusak kepercayaan publik,” tegasnya.
Selain meningkatkan kualitas gizi anak, program ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal. Pasokan bahan pangan diprioritaskan berasal dari petani, nelayan, dan pelaku usaha kuliner di Malinau, sehingga perputaran ekonomi daerah dapat semakin tumbuh.
Sekda juga menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi berkelanjutan dari perangkat daerah dan unit terkait untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Dengan peluncuran ini, Pemkab Malinau menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini—sejalan dengan visi pembangunan daerah yang inklusif, sehat, dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh masyarakat.

