Tradisi Meja Panjang Simbol Kebersamaan dan Pelestarian Budaya Kaltara

BULUNGAN – Tradisi Pesta Budaya Meja Panjang kembali digelar dengan meriah di Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara, pada Sabtu (4/1). Acara tahunan yang diadakan di Lapangan Sepak Bola Pimping ini menjadi salah satu kegiatan budaya paling dinantikan di Kalimantan Utara, sekaligus momen untuk mempererat tali silaturahmi masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltara, Dr. Njau Anau, S.Pd., M.Si., hadir mewakili Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Pimping atas komitmen mereka melestarikan tradisi Meja Panjang.

“Pesta budaya ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga simbol kebersamaan dan rasa syukur masyarakat dalam menyambut tahun baru,” ungkap Njau.

Acara ini diwarnai dengan tradisi duduk bersama di sepanjang meja panjang yang dihiasi beragam makanan khas daerah, simbol dari kebersamaan dan saling berbagi antarwarga. Tradisi ini mengajarkan nilai-nilai luhur seperti penghormatan, solidaritas, dan rasa persaudaraan.

“Kegiatan ini mempertemukan berbagai kalangan dari suku, agama, dan budaya yang berbeda. Meja Panjang menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial sekaligus menjaga keharmonisan antarwarga,” tambah Njau.

Tidak hanya itu, Pesta Budaya Meja Panjang juga menyuguhkan berbagai hiburan seni, seperti tarian tradisional, pameran pakaian adat, dan kuliner khas lokal. Atraksi-atraksi ini memperkaya pengalaman para tamu undangan dan semakin memperkuat daya tarik acara.

Njau menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kaltara berkomitmen mendukung pelestarian budaya lokal. Dispar Kaltara akan terus mendorong agar tradisi ini tidak hanya lestari tetapi juga menjadi ikon pariwisata unggulan yang berpotensi menggerakkan ekonomi kreatif berbasis budaya.

“Tradisi ini memberikan manfaat yang luas, tidak hanya dalam pelestarian budaya tetapi juga sebagai sumber pendapatan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Ia berharap tradisi Meja Panjang tetap menjadi kebanggaan masyarakat Kaltara dan mampu memperkenalkan keindahan budaya lokal ke tingkat nasional maupun internasional.

“Melalui acara seperti ini, kearifan lokal kita akan terus hidup dan menjadi identitas kuat masyarakat Kalimantan Utara,” tutup Njau.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *