Natal Guru Kristen PAUD, PNF dan IKBM Malinau Dirangkai Pengukuhan Pengurus 2026–2029, Sekda Tekankan Peran Pendidikan Berbasis Nilai Iman

Malinau – Para pendidik yang tergabung dalam Persekutuan Guru Kristen PAUD, Pendidikan Nonformal (PNF), dan IKBM Kabupaten Malinau menggelar Perayaan Natal yang dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus masa bakti 2026–2029 di Gereja GKII Jemaat Filadelfia Tanjung Belimbing, Senin (19/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting untuk memperkuat iman sekaligus mempererat kebersamaan para guru Kristen yang selama ini berperan dalam dunia pendidikan di Kabupaten Malinau.

Bacaan Lainnya

Perayaan Natal tersebut dihadiri oleh para guru dari berbagai lembaga pendidikan, mulai dari pendidik PAUD, pendidikan nonformal, PKBM, hingga IKBM yang berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Malinau. Selain menjadi ajang persekutuan rohani, kegiatan ini juga menjadi wadah konsolidasi organisasi bagi para guru Kristen yang berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas bagi generasi muda.

Perayaan Natal kali ini mengangkat tema nasional PGI dan KWI, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, dengan subtema “Dengan Semangat Natal, Keluarga Besar Persekutuan Guru Kristen PAUD, PNF dan IKBM Kabupaten Malinau Siap Menjadi Saluran Berkat Melalui Pendidikan Berkualitas Menuju Malinau Maju.”

Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Malinau, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai persekutuan keagamaan yang dilakukan oleh para pendidik merupakan bagian penting dari pembinaan spiritual sekaligus penguatan karakter dalam menjalankan tugas sebagai guru.

Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak boleh dipandang sebagai bentuk perbedaan yang memecah kebersamaan, melainkan sebagai sarana pembinaan iman dan penguatan kerohanian sesuai dengan keyakinan masing-masing.

“Persekutuan seperti ini bukanlah sesuatu yang memecah, tetapi justru menjadi ruang untuk memperkuat iman dan spiritualitas kita sebagai pribadi yang melayani dalam dunia pendidikan,” ujar Ernes.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam kehidupan manusia. Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan lembaga pertama yang dibentuk Tuhan dan menjadi tempat utama dalam membentuk karakter, nilai kehidupan, serta iman seseorang.

Menurutnya, keluarga yang sehat secara jasmani, rohani, dan mental akan melahirkan generasi yang mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar, termasuk dalam dunia pendidikan.

“Mulailah memberikan dampak dari diri sendiri, kemudian keluarga, tempat kerja, lingkungan, hingga masyarakat luas. Jadilah seperti lebah yang menghasilkan madu, bukan seperti lalat yang hanya mencari keburukan,” pesannya.

Sekda Ernes juga mengingatkan para guru agar selalu menjadi saluran berkat bagi peserta didik melalui keteladanan, kedisiplinan, serta kasih dalam proses pembelajaran. Ia menilai guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembentuk karakter generasi masa depan.

Selain itu, ia mengajak seluruh guru untuk menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak kehidupan keluarga maupun masa depan, seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, serta praktik pinjaman online ilegal.

“Sebagai guru, kita harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anak didik kita. Hindari segala sesuatu yang dapat merusak keluarga dan masa depan,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekda juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Malinau tetap berkomitmen menjaga kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN), termasuk dengan tetap mempertahankan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) yang selama ini menjadi bagian dari dukungan terhadap kinerja ASN.

Ia juga mengingatkan seluruh ASN agar hidup secara bijak, terutama dalam mengatur pengeluaran dan menyesuaikan pola belanja dengan kondisi ekonomi yang ada.

Sementara itu, Ketua Panitia Natal, Yanti, S.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa perayaan Natal tersebut merupakan yang pertama kali dilaksanakan oleh Persekutuan Guru Kristen PAUD, PNF, dan IKBM Kabupaten Malinau, sekaligus dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus organisasi.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat persekutuan, meneguhkan iman, serta memperkuat peran guru Kristen sebagai pendidik yang melayani dengan kasih dan profesionalisme,” ujarnya.

Peserta kegiatan berasal dari para guru PAUD, pendidik nonformal, PKBM, serta IKBM yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Malinau, di antaranya Malinau Kota, Malinau Utara, Malinau Barat, Malinau Selatan Hilir, dan Mentarang.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan pengukuhan pengurus Persekutuan Guru Kristen PAUD, PNF, dan IKBM Kabupaten Malinau masa bakti 2026–2029, yang dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, Francis, S.Pd., M.Pd.

Melalui perayaan Natal dan pengukuhan pengurus ini, para guru Kristen di Kabupaten Malinau diharapkan semakin solid dalam menjalankan peran sebagai pendidik yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, iman, dan nilai moral bagi generasi muda.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum penguatan komitmen para pendidik untuk terus menjadi saluran berkat melalui pendidikan yang berkualitas, demi mendukung terwujudnya pembangunan sumber daya manusia menuju Malinau yang maju dan sejahtera.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *