Malinau – Sehari menjelang pembukaan Festival Budaya Irau ke-11 dan Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Malinau, persiapan pengamanan memasuki tahap akhir. Ratusan personel gabungan dari berbagai instansi menggelar apel siaga besar di kawasan Padan Liu Burung, Senin sore,(6/10/2025). sebagai bentuk kesiapan penuh dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama rangkaian acara yang akan berlangsung hingga 26 Oktober 2025.
Apel siaga ini dipimpin langsung oleh Koordinator Keamanan Irau 2025 dan menjadi tanda dimulainya operasi pengamanan terpadu. Total 850 personel gabungan resmi dikerahkan, terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga kelompok pengamanan masyarakat (Pamswakarsa). Kehadiran kekuatan besar ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah menjaga agar festival budaya terbesar di Malinau berjalan aman dan tertib.
Kabagops Polres Malinau, IPTU Mardiman, S.Sos., dalam arahannya menjelaskan bahwa pola pengamanan telah dirancang melalui rapat koordinasi lintas instansi. Pengamanan akan dilakukan secara terbuka dan tertutup, diperkuat dengan skema tiga ring yang mencakup area panggung utama, jalur-jalur masuk lokasi acara, hingga titik padat pengunjung saat malam puncak.
“Seluruh kekuatan pengamanan kita bagi ke dalam tiga ring untuk memastikan seluruh titik kegiatan terpantau. Mulai dari kegiatan budaya siang hari hingga konser malam puncak, semuanya akan diamankan secara maksimal,” tegas IPTU Mardiman.
Ia merinci komposisi pengamanan yang diterjunkan:
- TNI: 170 personel
- Polri: 351 personel dari Polres Malinau dan Brimob
- Satpol PP: 150 personel
- Dinas Perhubungan: 72 personel
- Pamswakarsa: 163 personel dari paguyuban etnis, organisasi masyarakat, ormas dan OKP seperti Pemuda Pancasila, Banser, dan Pemuda Muhammadiyah
Dengan kekuatan gabungan tersebut, pihaknya optimistis Festival Irau dapat berlangsung dalam situasi aman, nyaman, dan terkendali. “Masyarakat maupun tamu dari luar daerah tidak perlu khawatir. Kami sudah siapkan pengamanan maksimal. Semoga Malinau semakin dikenal sebagai daerah yang aman dan ramah bagi wisatawan,” tambahnya.
Dari pihak TNI, Pasi Ops Kodim 0910/Malinau, Kapten Inf Mashuri A.B, mengingatkan pentingnya peran serta masyarakat. Menurutnya, keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga partisipasi warga. “Irau ini dari kita dan untuk kita. Keberhasilan acara ini harus dijaga bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Asisten I Setda Malinau, Drs. H. Kamran Daik, M.Si., menegaskan bahwa pengamanan tidak hanya terpusat di lokasi festival, tetapi juga di titik-titik strategis, termasuk pos perbatasan. Setiap kendaraan yang dianggap mencurigakan akan diperiksa untuk memastikan keamanan maksimal.
“Pengamanan tidak hanya di Padan Liu Burung. Di pos perbatasan juga kita siagakan petugas gabungan. Semua ini agar masyarakat merasa aman selama festival berlangsung,” jelasnya.
Kamran turut mengajak masyarakat dari dalam maupun luar daerah untuk ikut memeriahkan perayaan Irau ke-11 dengan penuh ketertiban. “Mari kita jaga bersama keamanan dan kenyamanan festival ini agar dapat terus digelar meriah di tahun-tahun mendatang,” tutupnya.
Dengan kesiapan pengamanan yang matang dan semangat kolaborasi lintas instansi, Malinau menunjukkan keseriusannya menyambut ribuan tamu dengan suasana yang aman, tertib, dan penuh sukacita. Festival Budaya Irau ke-11 pun siap menjadi perayaan terbesar yang mengangkat martabat budaya dan keharmonisan masyarakat Malinau.

