Bupati Wempi: Malinau Tidak Boleh Jadi Penonton, Harus Jadi Pelaku Utama Pembangunan

Malinau — Pemerintah Kabupaten Malinau kembali menegaskan komitmennya dalam membangun daerah secara mandiri melalui penyelenggaraan Seminar Nasional bertema “Malinau Bukan Penonton, Menjadi Tuan di Negeri Sendiri”. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Irau Malinau ke-11 tersebut digelar di Ruang Tebengang, Kantor Bupati Malinau, pada Selasa (14/10/2025) pagi.

Bacaan Lainnya

Seminar Nasional Hadirkan Tokoh-Tokoh Kunci

Acara berlangsung dengan menghadirkan empat narasumber nasional yang berkompeten di bidangnya. Mereka terdiri dari Direktur Bina Penempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI, Direktur Pencegahan Dampak Lingkungan Kebijakan Wilayah dan Sektor Kementerian Lingkungan Hidup RI, Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), serta Presiden Majelis Adat Dayak Nasional. Seminar dipandu langsung oleh Rektor Universitas Borneo Tarakan, yang memastikan diskusi berjalan komprehensif dan terarah.

Para narasumber membahas isu strategis mengenai kemandirian energi berbasis potensi lokal, tata kelola lingkungan yang berkelanjutan, hingga penguatan kapasitas masyarakat adat dalam menghadapi dinamika pembangunan. Tema besar yang diusung sejalan dengan arah pembangunan nasional yang mendorong daerah untuk memaksimalkan kekuatan internalnya guna menciptakan daya saing berkelanjutan.

Bupati Wempi Tegaskan Malinau Harus Menjadi Pelaku Utama Pembangunan

Dalam sambutannya, Bupati Malinau Wempi W. Mawa menegaskan bahwa tema seminar tidak dimaksudkan sebagai slogan kosong, tetapi sebagai komitmen nyata agar masyarakat Malinau mampu berdiri di garis depan dalam pembangunan daerah mereka sendiri.

Melalui seminar nasional ini, kita ingin menegaskan pentingnya kontribusi daerah dalam proyek strategis nasional. Dibutuhkan pemikiran-pemikiran strategis untuk memperkuat kemandirian daerah, ketahanan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Wempi.

Ia menambahkan bahwa pembangunan daerah bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang mendorong kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), melibatkan masyarakat adat, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Diskusi Interaktif Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Setelah paparan utama, seminar dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung dinamis. Peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, hingga perwakilan masyarakat adat aktif menyampaikan pandangan serta pertanyaan terkait tantangan pembangunan ke depan.

Sesi ini menjadi ruang penting untuk menyatukan gagasan guna memperkuat sinergi lintas sektor, terutama dalam mewujudkan kemandirian energi dan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Berbagai masukan dari peserta menggarisbawahi perlunya desain kebijakan yang lebih adaptif, inklusif, dan sesuai karakteristik lokal Malinau.

Semangat Irau Malinau ke-11: Merayakan Budaya, Membangun Masa Depan

Sebagai bagian dari rangkaian Festival Budaya Irau Malinau ke-11, seminar nasional ini tidak hanya menjadi ruang dialog intelektual, tetapi juga simbol optimisme Malinau dalam menatap masa depan. Dengan mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai kalangan, kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis untuk pembangunan daerah yang mandiri, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat lokal.

Semangat “Malinau Bukan Penonton” menjadi penegas bahwa daerah ini siap melangkah maju sebagai tuan di tanahnya sendiri, dengan tetap menjaga kelestarian budaya dan lingkungan untuk generasi mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *