Bupati Malinau Tutup Turnamen Gloria Cup II, Dorong Pembinaan Atlet Jelang Porprov Kaltara 2026

Malinau – Turnamen Gloria Cup II Antar Gereja Sedaerah Malinau resmi ditutup oleh Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., dalam suasana penuh semangat kebersamaan dan sportivitas di Desa Pelita Kanaan, Selasa (6/1/2026). Penutupan turnamen ditandai dengan pertandingan final yang berlangsung sengit serta penyerahan hadiah kepada para pemenang.

Bacaan Lainnya

Kehadiran Bupati Malinau dalam laga puncak tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan olahraga masyarakat, khususnya di tingkat desa dan komunitas gereja. Dalam sambutannya sebelum menutup turnamen secara resmi, Bupati Wempi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan olahraga tersebut.

Ia mengucapkan terima kasih kepada panitia pelaksana, pemerintah desa, para atlet, wasit, ofisial, serta masyarakat Desa Pelita Kanaan yang telah mendukung terselenggaranya Turnamen Gloria Cup II dengan baik dan lancar.

“Puji Tuhan, Alhamdulillah, malam hari ini kita dapat bersama-sama menyaksikan pertandingan final Turnamen Gloria Cup II yang berlangsung dengan sangat baik, sportif, dan penuh semangat kebersamaan,” ujar Wempi.

Turnamen Gloria Cup II sendiri mempertandingkan beberapa cabang olahraga, di antaranya bola voli dan futsal untuk kategori putra dan putri. Selama turnamen berlangsung, para peserta menampilkan permainan yang kompetitif sekaligus menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Pada cabang bola voli kategori putri, tim GKII Tanjung Belimbing berhasil keluar sebagai juara pertama setelah menampilkan performa terbaiknya sepanjang turnamen. Sementara pada kategori voli putra, gelar juara diraih oleh GKII Malinau Kota.

Adapun pada cabang futsal putri, tim Batu Lidung berhasil menempati posisi pertama setelah mengalahkan lawan-lawannya dalam pertandingan yang berlangsung ketat.

Pertandingan paling dramatis terjadi pada final futsal putra. Laga yang mempertemukan tim-tim terbaik tersebut berlangsung sengit hingga menit-menit akhir pertandingan. Tim dari Desa Semengaris berhasil menyamakan kedudukan tepat di penghujung waktu pertandingan.

Ketegangan memuncak saat pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalti untuk menentukan pemenang. Dalam momen tersebut, tim Desa Semengaris akhirnya berhasil memastikan kemenangan dan keluar sebagai juara.

Bupati Wempi menilai pertandingan final tersebut menunjukkan semangat juang tinggi para atlet serta nilai sportivitas yang patut diapresiasi.

“Pertandingan ini membuktikan bahwa dalam olahraga, selama peluit akhir belum dibunyikan, peluang kemenangan selalu ada,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati berharap Turnamen Gloria Cup dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah pembinaan bakat dan prestasi generasi muda di bidang olahraga. Menurutnya, kegiatan olahraga di tingkat desa maupun komunitas memiliki peran penting dalam membangun semangat kebersamaan serta menciptakan bibit-bibit atlet berprestasi.

Ia juga mengingatkan bahwa Kabupaten Malinau akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Utara tahun 2026. Karena itu, pembinaan olahraga di berbagai tingkatan harus terus diperkuat agar Malinau mampu meraih prestasi terbaik pada ajang tersebut.

“Kegiatan olahraga seperti ini sangat penting sebagai bagian dari pembinaan atlet sejak dini. Apalagi Malinau akan menjadi tuan rumah Porprov Kaltara 2026, sehingga kita harus mempersiapkan diri dengan baik untuk meraih target juara umum,” tegasnya.

Turnamen Gloria Cup II Antar Gereja Sedaerah Malinau akhirnya resmi ditutup dengan penyerahan trofi dan hadiah kepada para juara oleh Bupati Malinau. Momen tersebut sekaligus menjadi simbol kebersamaan serta komitmen untuk terus mengembangkan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Malinau.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *