Juicy Luicy dan Jamrud Guncang IRAU Malinau 2025, Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah

Malinau – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 dan IRAU ke-11 Kabupaten Malinau kembali menghadirkan pesta rakyat meriah yang dinanti warga setiap tahun. Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, Selasa (21/10/2025) malam, menjadi saksi bagaimana dua band papan atas tanah air—Juicy Luicy dan Jamrud—menghidupkan euforia masyarakat dengan penampilan spektakuler mereka.

Bacaan Lainnya

Acara dibuka oleh Juicy Luicy, yang langsung menyapa ribuan penonton dengan warna musik pop dan R&B khas mereka. Tanpa basa-basi, intro lagu “Mungkin Dia Bukan Orangnya” menjadi pembuka yang sukses membungkus suasana menjadi syahdu. Sorak penonton pecah ketika sang vokalis melontarkan candaan, “Korban sakit hati mana suaranya?”, disambut teriakan histeris yang langsung menambah energi malam itu.

Deretan lagu bernuansa galau membuat penonton larut. Banyak yang ikut bernyanyi sambil merekam momen dengan ponsel, menciptakan lautan cahaya yang bergerak mengikuti alunan musik. Nuansa sendu terasa begitu kuat, namun tetap hangat, seolah seluruh penonton berada dalam satu ruang perasaan yang sama—ruang untuk bernostalgia dan merayakan kisah cinta mereka masing-masing.

Memasuki penampilan kedua, atmosfer berubah drastis. Lampu-lampu panggung menyorot tajam saat band legendaris Jamrud naik ke atas panggung. Gebrakan pertama mereka, lagu ikonik “Ulang Tahun”, langsung membakar semangat ribuan warga Malinau yang memadati area Padan Liu’ Burung. Lagu tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus hadiah khusus untuk Kabupaten Malinau yang memasuki usia ke-26.

Suara khas sang vokalis, dipadu hentakan gitar dan dentuman drum yang kuat, membawa penonton kembali ke era kejayaan rock Indonesia. Momen nostalgia mencapai puncaknya saat lagu “Surti” dimainkan. Penonton ikut bersorak, bernyanyi serempak, dan beberapa bahkan tak mampu menyembunyikan rasa haru karena kembali mendengar lagu yang membesarkan nama Jamrud itu.

Tak berhenti sampai di situ. Kebersamaan semakin terasa ketika lagu “Pelangi” dibawakan bersama Bupati Malinau, jajaran Forkopimda, serta para istri mereka. Penampilan kolaboratif ini menjadi simbol eratnya hubungan pemerintah dan masyarakat, sekaligus mempertegas bahwa IRAU bukan sekadar hiburan, melainkan pesta budaya yang menyatukan seluruh elemen daerah.

Hingga penampilan terakhir, antusiasme warga tak surut. Sorak, tepuk tangan, dan nyanyian bersama menjadi bukti bahwa malam itu bukan hanya sebuah konser, tetapi perayaan identitas dan kebanggaan masyarakat Malinau.

Dengan penampilan Juicy Luicy dan Jamrud yang memikat, IRAU Malinau 2025 kembali mencatatkan diri sebagai panggung budaya yang selalu menghadirkan pengalaman tak terlupakan bagi seluruh masyarakat. Malam penuh musik, energi, dan kebersamaan itu menegaskan satu hal: Malinau terus tumbuh, bergerak, dan dirayakan dengan penuh cinta oleh masyarakatnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *