Malinau – Pelatihan Operator Ekosistem Digital SAGET (Smart Government) resmi ditutup oleh Sekretaris BKPP Malinau, Tanid, S.E., M.AP., Jumat (14/11/2025) di Balai Diklat Kabupaten Malinau. Kegiatan empat hari ini menjadi bagian penting strategi Pemerintah Kabupaten Malinau dalam mempercepat transformasi digital birokrasi, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di era modern.
Dalam sambutannya, Tanid menekankan bahwa pelatihan ini lebih dari sekadar pengenalan aplikasi. “Pelatihan ini bukan hanya tentang mengenal aplikasi, tetapi memahami bagaimana teknologi dapat menghadirkan pemerintahan yang lebih efisien, transparan, dan berkinerja tinggi,” ujarnya. Menurut Tanid, SAGET merupakan ekosistem digital terpadu yang menuntut ASN Malinau untuk beradaptasi dengan perubahan pola kerja berbasis teknologi, termasuk pengelolaan data terintegrasi dan manajemen informasi elektronik.
Pelatihan ini menghadirkan materi komprehensif, mulai dari penggunaan aplikasi SAGET, manajemen ekosistem digital, hingga tata kelola informasi yang sesuai prinsip pemerintahan modern. Selama empat hari, peserta mengikuti sesi praktik dan simulasi yang dirancang untuk memperkuat kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi sebagai alat pengambil keputusan dan peningkatan pelayanan publik.
Tanid memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang menunjukkan antusiasme dan kedisiplinan tinggi, serta menekankan bahwa ilmu yang didapat harus diterapkan di perangkat daerah masing-masing. “Transformasi digital bukan sekadar penggunaan alat baru, tetapi perubahan cara berpikir, cara bekerja, dan budaya birokrasi. ASN Malinau harus menjadi motor penggeraknya,” tegasnya.
Tak kalah penting, Tanid juga mengapresiasi peran PT Pijar Teknologi Mediatama sebagai pendamping pelatihan. Direktur Operasional PT Pijar, Dr (c) Adisuputra, S.T., M.Kom., menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal dalam perjalanan transformasi digital Malinau. “Kami melihat semangat ASN Malinau luar biasa. SAGET dirancang untuk menjawab kebutuhan birokrasi modern yang menuntut kecepatan, akurasi, dan integrasi antarperangkat daerah,” jelas Adisuputra.
Penutupan pelatihan ditandai dengan penyerahan sertifikat kepada para peserta dan sesi foto bersama. Tanid menekankan bahwa keberhasilan implementasi SAGET akan sangat bergantung pada komitmen ASN untuk menerapkan ilmu yang diperoleh. “Apa yang dipelajari di sini harus menjadi aksi nyata. Tujuannya jelas: Malinau memiliki ekosistem digital yang adaptif, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan zaman,” pungkasnya.
Pelatihan Operator SAGET ini menegaskan arah transformasi digital Pemkab Malinau, yang tidak hanya menekankan pada penggunaan teknologi, tetapi juga membangun budaya kerja berbasis efisiensi, akurasi, dan pelayanan publik yang maksimal.

