Bupati Malinau Paparkan Inovasi Pendidikan Digital di Rakornas Kementerian Pendidikan

Tangerang – Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., tampil sebagai pembicara dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Revitalisasi dan Digitalisasi Pendidikan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (13/11/2025). Rakornas yang mengusung tema “Membangun Pendidikan Berdaya Saing Melalui Kolaborasi Pusat dan Daerah” ini dihadiri oleh para kepala daerah, pejabat pendidikan provinsi, dan perwakilan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah agar program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan berjalan efektif. Ia menegaskan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan nasional sangat bergantung pada kemampuan daerah mengadaptasi kebijakan pusat menjadi program nyata yang sesuai kondisi lokal.

Sebagai Ketua Bidang Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) 2025–2030, Bupati Wempi memaparkan inovasi yang telah dilakukan Pemkab Malinau untuk memperkuat sektor pendidikan, sekaligus membangun tata kelola pemerintahan berbasis digital.

“Apa yang disampaikan Pak Menteri menjadi penguatan bagi kami di daerah. Di Malinau, kami menghadirkan pendidikan inklusif berbasis teknologi melalui kolaborasi lintas sektor. Digitalisasi bukan sekadar alat, tetapi jembatan untuk memajukan kualitas manusia,” ujar Bupati Wempi di hadapan peserta Rakornas.

Bupati Wempi memaparkan sejumlah program unggulan yang telah dijalankan, antara lain:

  • Program Wajib Belajar Malinau Maju, menjamin setiap anak mendapatkan akses pendidikan hingga 12 tahun tanpa hambatan biaya, termasuk perlengkapan seragam dan peralatan sekolah.
  • Program Desa Sarjana, menyiapkan generasi muda berpendidikan tinggi asal desa dengan dukungan beasiswa dan pembinaan langsung dari pemerintah daerah.
  • Smart Government (SAGET), memperkuat sistem tata kelola pemerintahan berbasis digital yang mendukung sektor pendidikan melalui data terintegrasi dan pelayanan publik yang efisien.

Bupati Wempi menegaskan bahwa meski Malinau merupakan daerah perbatasan, daerahnya mampu menjadi pelopor transformasi pendidikan jika diberikan ruang berinovasi. Kunci keberhasilan, menurutnya, adalah kolaborasi nyata antara pusat dan daerah.

Langkah inovatif Kabupaten Malinau mendapat apresiasi dari Menteri Abdul Mu’ti, yang menilai daerah ini berhasil mengintegrasikan kebijakan pendidikan dengan pendekatan digital dan partisipasi masyarakat. Malinau disebut sebagai contoh praktik baik dalam membangun ekosistem pendidikan inklusif dan adaptif, yang dapat menjadi rujukan bagi daerah lain di Indonesia.

Melalui keikutsertaannya dalam Rakornas, Bupati Wempi menegaskan komitmen Pemkab Malinau untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam menghadirkan pendidikan berdaya saing, berkualitas, dan berorientasi pada penguatan sumber daya manusia di era digital.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *