Malinau — Pemerintah Kabupaten Malinau menggelar malam ramah tamah untuk menyambut kunjungan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Utara (Kajati Kaltara), Yudi Indra Gunawan, S.H., M.H., beserta rombongan di Guest House Pemkab Malinau, Kamis (20/11/2025) malam. Acara tersebut berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan menjadi momentum penguatan hubungan kelembagaan antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.
Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuka agama, serta seluruh kepala perangkat daerah. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas dan keamanan sebagai fondasi pembangunan di Kabupaten Malinau.
Mewakili Bupati, Wakil Bupati Malinau Jakaria, S.E., M.Si., menyampaikan ucapan selamat datang serta rasa terima kasih atas kunjungan resmi Kajati Kaltara. Ia menyebut langkah tersebut sebagai kehormatan sekaligus tanda bahwa Malinau, meski berada di wilayah perbatasan, tetap mendapat perhatian strategis dari pemerintah provinsi dan pusat.
“Kehadiran Bapak Kajati merupakan berkah dan motivasi bagi kami dalam menjalankan roda pemerintahan. Ini juga menjadi penegasan bahwa Malinau, Bumi Intimung, tetap berada dalam radar penting pembangunan dan penegakan hukum di Kalimantan Utara,” ujar Jakaria dalam sambutannya.
Wabup juga memaparkan kondisi geografis Malinau yang memiliki cakupan wilayah sekitar 52 persen dari total luas Provinsi Kalimantan Utara, namun dengan jumlah penduduk sekitar 87 ribu jiwa. Situasi ini, kata Jakaria, menghadirkan tantangan tersendiri dalam pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur. Ia turut menekankan bahwa kekuatan terbesar Malinau justru terletak pada keberagaman budaya.
“Malinau adalah miniatur Indonesia. Kita memiliki 11 suku asli dan 14 paguyuban yang hidup rukun. Kerukunan ini menjadi kekuatan sosial yang sangat berharga dan harus terus dijaga,” tegasnya.
Sementara itu, Kajati Kaltara Yudi Indra Gunawan menyampaikan apresiasi mendalam atas penyambutan yang hangat dari pemerintah dan masyarakat Malinau. Ia menilai Malinau memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun kekayaan budaya, yang perlu dikelola dengan baik melalui tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
“Saya melihat Malinau sebagai daerah yang memiliki kekayaan luar biasa. Harmoni masyarakatnya adalah aset yang tidak ternilai. Tentu, Kejaksaan siap mendukung pemerintah daerah dalam penguatan penegakan hukum agar pembangunan berjalan sesuai koridor,” kata Yudi.
Acara malam ramah tamah kemudian dilanjutkan dengan diskusi ringan, jamuan makan malam, dan sesi foto bersama. Momentum ini diharapkan menjadi pijakan bagi meningkatnya sinergi antara Pemkab Malinau dan Kejaksaan Tinggi Kaltara dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, aman, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

