Malinau – Festival Budaya IRAU ke-11 yang akan digelar bersamaan dengan HUT ke-26 Kabupaten Malinau pada 7 Oktober 2025, bukan hanya sekadar perayaan seni dan tradisi, tetapi juga menjadi ajang strategis untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Momentum ini terlihat nyata melalui langkah konkret Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Malinau, Ny. Maylenty Wempi, SE, yang melakukan kunjungan langsung ke para pengrajin batik dan rotan pada Kamis (2/10/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Ny. Maylenty Wempi memastikan kualitas dan kesiapan produk lokal yang akan dipamerkan di stand Dekranasda selama IRAU berlangsung. Mulai dari batik khas Malinau hingga kerajinan rotan, semua disiapkan dengan standar kualitas tinggi agar pengunjung festival dapat memperoleh produk unggulan. “Ini bentuk dukungan nyata kita. Jangan hanya bicara bangga pada produk lokal, tapi harus dibarengi aksi nyata untuk menghidupkan UMKM kita sendiri,” tegas Ny. Maylenty.
Para pengrajin yang dikunjungi tampak antusias menyambut IRAU 2025. Mereka kini tengah menyiapkan stok pesanan dan produk unggulan untuk dipamerkan maupun dijual langsung selama festival berlangsung. Ny. Maylenty menekankan pentingnya memberikan dukungan penuh kepada para pelaku usaha kreatif lokal agar dapat memanfaatkan momentum festival sebagai sarana promosi dan penjualan. “Pengrajin semangat sekali. Ini momentum emas bagi mereka, dan kita harus hadir memberikan dukungan penuh,” ujarnya.
Selain pemantauan kualitas produk, Dekranasda juga memfasilitasi pembentukan badan hukum untuk komunitas pengrajin batik Malinau. Tujuannya, agar usaha pengrajin lebih profesional, mendapatkan kepastian hukum, dan mampu bersaing di pasar regional maupun nasional. Dengan adanya badan hukum resmi, pengrajin diharapkan lebih mudah mengakses bahan baku serta menetapkan harga yang kompetitif.
Produk rotan lokal, seperti keranjang, kursi, dan gapura, juga mendapat perhatian khusus. Menurut Ny. Maylenty, kerajinan rotan Malinau kerap menjadi favorit dan sudah banyak dipesan untuk menunjang dekorasi serta kebutuhan selama IRAU. “Produk rotan Malinau selalu jadi favorit. Bahkan di event nasional pun selalu kita bawa dan hasilnya luar biasa,” tambahnya.
Dengan keterlibatan aktif Dekranasda, IRAU 2025 menjadi lebih dari sekadar panggung budaya. Festival ini menjadi sarana promosi dan pemasaran besar-besaran bagi produk lokal, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM, memperkuat ekonomi kreatif, dan meningkatkan daya saing kerajinan Malinau di tingkat nasional. Selama festival, semua produk kerajinan dapat langsung dilihat dan dibeli di stand Dekranasda, menghadirkan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal.

