Jakarta — Gemuruh tepuk tangan memenuhi Gedung Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (30/11/2025), saat Sanggar Tari Sunsuy Ararak kembali menunjukkan kelasnya di panggung nasional. Setelah menorehkan prestasi sebagai juara kategori tari kreasi pada Festival Budaya IRAU Malinau Oktober lalu, kelompok seni asal Kabupaten Malinau itu kembali menjadi sorotan melalui penampilannya dalam Parade Tari Nusantara ke-41.
Perhelatan tahunan yang mempertemukan duta seni dari seluruh provinsi di Indonesia itu menjadi ajang bergengsi untuk menampilkan ragam kekayaan budaya Nusantara. Tahun ini, Kalimantan Utara menurunkan perwakilan tunggal dari Kabupaten Malinau melalui Sanggar Tari Sunsuy Ararak, yang tampil membawakan repertoar khas daerah dengan sentuhan modern yang tetap menjaga otentisitas budaya setempat.
Sejak sesi pembukaan, atmosfer kompetisi seni terasa kuat. Satu per satu provinsi menampilkan ciri khas budaya masing-masing, menunjukkan keragaman Indonesia yang luar biasa. Saat giliran Malinau tampil, para penari Sunsuy Ararak memasuki panggung dengan kostum bernuansa etnik, bergerak ritmis mengikuti alunan musik tradisional yang telah diolah ulang dengan aransemen kontemporer. Kombinasi koreografi dinamis, tata panggung yang rapi, serta ekspresi para penari berhasil menyedot perhatian penonton yang memenuhi gedung.
Penampilan ini tidak hanya menjadi representasi seni, tetapi juga membawa pesan tentang identitas budaya Malinau. Keunikan gerak dan simbol-simbol budaya yang disisipkan dalam tarian sengaja dihadirkan untuk memperkenalkan jati diri daerah yang kaya akan tradisi dan nilai kearifan lokal.
Menambah semangat para penari, Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., bersama sang istri, hadir langsung menyaksikan serta memberikan dukungan penuh. Kedatangan mereka menjadi suntikan moral yang berarti bagi para peserta. Bupati Wempi kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian budaya daerah, seraya mengingatkan pesan yang kerap ia sampaikan, “Budaya adalah Kita, Kita adalah Budaya.” Menurutnya, tampil di panggung nasional bukan hanya soal membawa nama daerah, tetapi juga upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Bagi masyarakat Malinau, baik yang hadir langsung maupun yang mengikuti dari kampung halaman, kehadiran Sunsuy Ararak dalam Parade Tari Nusantara menjadi kebanggaan tersendiri. Selain mempertegas posisi Malinau sebagai daerah yang kaya seni, penampilan ini sekaligus membuka ruang lebih luas bagi talenta muda lokal untuk berkembang di kancah nasional.
Dengan tampil memukau di acara nasional ini, Kabupaten Malinau kembali menegaskan komitmennya untuk terus mempromosikan nilai budaya leluhur ke seluruh penjuru tanah air—sebuah langkah penting dalam memastikan bahwa identitas budaya tidak sekadar dikenang, tetapi juga dirayakan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

