BERAU, SEPUTARKALTARA.COM – Bankaltimtara telah menyiapkan sejumlah layanan penukaran uang baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jelang Hari Raya Idulfitri 2024. Dalam layanannya, Bankaltimtara membatasi jumlah penukaran uang rupiah maksimal hingga Rp 4 juta per orang.
Pimpinan Bidang Pelayanan dan Operasional Bankaltimtara, Dedi Winandar, mengungkapkan bahwa penukaran uang baru dapat dilakukan di 19 titik, termasuk di seluruh kantor cabang Bankaltimtara yang berada di Kabupaten Berau.
“Pihaknya secara khusus juga membuka layanan penukaran uang baru di pasar Ramadan Masjid Agung Baitul Hikmah, yang beroperasi mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WITA,” ujar Dedi Winandar pada Jumat (29/3/2024).
Salah satu tujuan dari pelayanan ini adalah untuk memberikan kemudahan kepada nasabah dalam mempersiapkan kebutuhan uang tunai selama libur Idulfitri. Meskipun demikian, persiapan uang baru tahun ini tidak sebanyak tahun sebelumnya.
Menurut Dedi, hal ini disebabkan oleh sisa dropping dari Bank Indonesia (BI) pada Februari 2024. “Dana tersebut masih tersedia dan akan didistribusikan kepada masyarakat. Selain itu, kami juga mengambil stok uang baru langsung dari Samarinda untuk memenuhi kebutuhan momen Lebaran tahun ini,” jelasnya.
Dedi menjelaskan bahwa BI tidak melakukan dropping uang baru ke Berau. Oleh karena itu, Bankaltimtara harus mengambil inisiatif dengan mengambil stok uang baru dari Samarinda. “Pecahan uang yang disiapkan mulai dari Rp 1.000 hingga Rp 100 ribu. Kami ingin memberikan kepada masyarakat yang membutuhkan untuk Lebaran. Kami khawatir masyarakat akan menjual uang tersebut kembali, sehingga kami harus membatasi jumlahnya,” pungkasnya.
Kendati demikian, Bankaltimtara berkomitmen untuk menyediakan penukaran uang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Bankaltimtara menyiapkan penukaran uang untuk kebutuhan masyarakat. Namun, diberikan seperlunya sesuai kebutuhannya,” tuturnya.
Dalam konteks ini, pihak Bankaltimtara berupaya mencegah agar penukaran uang tidak dijadikan sebagai bisnis tukar-menukar uang yang tidak produktif. “Kami ingin masyarakat yang benar-benar membutuhkan uang untuk Lebaran yang mendapatkannya,” tandas Dedi.

