Malinau – Suasana kebersamaan dan semangat persatuan terasa kuat dalam kegiatan Jalan Santai Kerukunan yang digelar Kementerian Agama Kabupaten Malinau bersama Nahdlatul Ulama (NU), Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80 sekaligus Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama ke-100.
Ratusan peserta dari berbagai kalangan masyarakat mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Kegiatan dipusatkan di kawasan Siring Seluwing Central UMKM, Desa Malinau Kota, yang menjadi titik start dan finish. Para peserta menempuh rute jalan santai dengan menyusuri jalan utama kota sebelum kembali ke lokasi awal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., yang juga ikut berjalan bersama masyarakat. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Malinau ini menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan yang mengusung nilai kebersamaan, kesehatan, dan kerukunan umat beragama.
Dalam sambutannya, Bupati Wempi menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Kabupaten Malinau dan Nahdlatul Ulama atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan jalan santai menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus menumbuhkan semangat hidup sehat.
Ia juga mengaku terinspirasi saat melihat seorang nenek lanjut usia yang tetap bersemangat mengikuti kegiatan jalan santai bersama peserta lainnya. Bagi Wempi, hal tersebut menunjukkan bahwa aktivitas sederhana seperti berjalan kaki dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan sekaligus membangun semangat kebersamaan.
“Ini adalah nikmat terbesar dari Tuhan Yang Maha Kuasa, kita masih diberi umur panjang dan kesehatan. Jalan santai ini bukan sekadar tentang doorprize, tetapi tentang bagaimana kita menjaga toleransi, keharmonisan, dan kenyamanan hidup bersama,” ujar Wempi.
Lebih lanjut, Bupati Malinau menekankan pentingnya tema yang diangkat dalam peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama tahun ini, yakni “Umat Rukun dan Bersinergi, Indonesia Damai.” Menurutnya, kerukunan umat beragama merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial serta keutuhan bangsa di tengah berbagai tantangan global.
“Kalau umat rukun dan bersinergi, maka Indonesia akan tetap damai. Kita harus saling menopang, saling menjaga, dan saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Wempi juga menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-80 serta Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-100. Ia mengapresiasi peran besar NU dalam menjaga kerukunan, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta turut berkontribusi dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia sejak sebelum masa kemerdekaan.
Sementara itu, Ketua Panitia, Hj. Siti Samsiah, menjelaskan bahwa kegiatan Jalan Santai Kerukunan merupakan bagian dari rangkaian peringatan dua momentum penting tersebut. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah mempererat hubungan antara masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah daerah.
Menurutnya, tema peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama tahun ini menekankan pentingnya kerukunan sebagai energi kebangsaan serta sinergi produktif dalam mendukung pembangunan dan perdamaian di Indonesia.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk organisasi Nahdlatul Ulama beserta badan otonomnya, Pemerintah Kabupaten Malinau, Kementerian Agama, serta sejumlah donatur yang turut berpartisipasi.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan semangat persatuan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga kehidupan yang harmonis dan damai di Kabupaten Malinau dapat terus terjaga.

