Malinau – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malinau menyalurkan bantuan sosial kepada warga yang terdampak musibah kebakaran di Desa Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung di Posko Bantuan Kebakaran RT 6 Desa Respen Tubu pada Jumat (30/1/2026), sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa tersebut.
Penyaluran bantuan dipimpin oleh Ketua PMI Kabupaten Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa bantuan yang diserahkan merupakan hasil penggalangan dana yang dilakukan oleh relawan PMI bersama anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari berbagai sekolah di Kabupaten Malinau.
Menurut Ernes, penggalangan dana tersebut dilakukan selama tiga hari oleh para relawan yang turun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan donasi dari masyarakat. Para relawan bahkan melakukan aksi kemanusiaan tersebut di sejumlah titik strategis, seperti di jalan raya dan jembatan, serta dalam kegiatan peringatan Hari Desa yang berlangsung di Pulau Sapi.
“Selama tiga hari mereka bekerja. Dua hari berada di jalan dan jembatan untuk menggalang dana dari masyarakat, kemudian pada hari ketiga mereka juga ikut melakukan penggalangan dalam kegiatan Hari Desa di Pulau Sapi,” ujar Ernes.
Ia menegaskan bahwa kegiatan penggalangan dana seperti ini sudah menjadi bagian dari komitmen PMI Malinau dalam menjalankan misi kemanusiaan setiap kali terjadi bencana, baik kebakaran maupun bencana alam lainnya seperti banjir.
Ernes juga mengungkapkan rasa bangganya terhadap para relawan PMI dan anggota PMR yang telah bekerja dengan penuh semangat dan keikhlasan. Menurutnya, para relawan tersebut bekerja secara sukarela tanpa menerima imbalan finansial, semata-mata karena dorongan kepedulian terhadap sesama.
“Di PMI yang diutamakan adalah nilai kemanusiaan. Para relawan bekerja tanpa digaji, tetapi mereka tetap bersemangat membantu warga yang sedang mengalami musibah,” jelasnya.
Dari hasil penggalangan dana tersebut, PMI Malinau berhasil mengumpulkan donasi sebesar sekitar Rp9,6 juta. Untuk mempermudah penyaluran, PMI kemudian membulatkan jumlah bantuan menjadi Rp10 juta, yang selanjutnya diserahkan kepada pengelola posko bantuan kebakaran untuk didistribusikan kepada para korban.
Ernes menyadari bahwa bantuan tersebut tentu tidak sebanding dengan kerugian materi yang dialami warga akibat kebakaran. Namun demikian, ia berharap bantuan ini dapat menjadi simbol kepedulian dan dukungan moral bagi para korban agar tetap kuat menghadapi musibah.
“Nilai bantuan ini mungkin tidak sebanding dengan kerugian yang dialami bapak ibu semua. Namun ini adalah bentuk kepedulian adik-adik PMR dari berbagai sekolah yang dengan tulus mengumpulkan donasi rupiah demi rupiah di pinggir jalan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ernes juga mengingatkan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan kebakaran, mengingat beberapa kejadian serupa pernah terjadi di wilayah Malinau Utara, khususnya di Desa Respen Tubu dan sekitarnya.
Ia menekankan bahwa kerugian materi masih dapat dipulihkan secara bertahap, namun dampak psikologis dan risiko korban jiwa akibat kebakaran merupakan hal yang harus dihindari bersama.
“Kerugian materi mungkin bisa diganti perlahan, tetapi jika sampai menimbulkan korban jiwa atau trauma berkepanjangan, itu dampaknya jauh lebih besar. Karena itu penting bagi kita semua untuk terus meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya.
PMI Malinau berharap solidaritas masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak dapat membantu para korban kebakaran di Desa Respen Tubu untuk segera bangkit dan melanjutkan kehidupan mereka secara bertahap.

