Malinau Borong Penghargaan di Hari Desa Nasional Kaltara 2026, Batas Desa 79 Persen dan Desa Mandiri Terbanyak

Malinau – Pemerintah Kabupaten Malinau kembali mencatatkan capaian membanggakan pada peringatan Hari Desa Nasional tingkat Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026 yang digelar di Desa Wisata Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang, Rabu (28/1/2026). Dalam momentum tersebut, Kabupaten Malinau berhasil meraih sejumlah penghargaan atas keberhasilan pembangunan dan tata kelola desa yang dinilai paling progresif di wilayah Kalimantan Utara.

Bacaan Lainnya

Salah satu penghargaan yang diterima adalah sertifikat apresiasi atas progres penyelesaian penetapan dan penegasan batas desa yang telah mencapai 79 persen, tertinggi di antara kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Utara.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., kepada Wakil Bupati Malinau, Jakaria, S.E., M.Si., yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Malinau dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Desa Nasional tersebut.

Selain penghargaan terkait batas wilayah desa, Kabupaten Malinau juga menerima apresiasi sebagai daerah dengan jumlah desa berstatus mandiri terbanyak di Kalimantan Utara. Capaian ini dinilai sebagai indikator penting keberhasilan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan desa yang berkelanjutan dan berbasis kemandirian masyarakat.

Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Malinau juga mendapat penghargaan khusus atas perannya sebagai tuan rumah pelaksanaan peringatan Hari Desa Nasional tingkat Provinsi Kalimantan Utara tahun 2026 yang berlangsung meriah di Desa Wisata Pulau Sapi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Pulau Sapi turut menerima sertifikat penghargaan atas partisipasi aktif dan dukungannya sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tingkat provinsi tersebut.

Peringatan Hari Desa Nasional tahun ini mengusung tema “Membangun Desa, Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia.” Tema tersebut menegaskan pentingnya peran strategis desa sebagai ujung tombak pembangunan nasional sekaligus pusat pertumbuhan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat.

Dalam keterangannya, Wakil Bupati Malinau Jakaria menyampaikan bahwa capaian yang diraih Kabupaten Malinau merupakan hasil kerja keras bersama antara pemerintah daerah, pemerintah desa, serta seluruh elemen masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pembangunan desa di Kabupaten Malinau terus didorong secara sistematis meskipun menghadapi berbagai tantangan geografis, terutama di wilayah pedalaman dan daerah perbatasan.

“Dengan wilayah yang luas dan kondisi geografis yang cukup menantang, khususnya desa-desa di wilayah pedalaman dan perbatasan, Pemerintah Kabupaten Malinau terus berupaya mempercepat pembangunan desa secara menyeluruh,” ujar Jakaria.

Menurutnya, berbagai program pembangunan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan status desa di wilayah tersebut.

“Sejak tahun 2025, sudah tidak ada lagi desa berstatus tertinggal di Kabupaten Malinau. Ini merupakan hasil kerja keras bersama melalui pembangunan infrastruktur dasar, penguatan kapasitas pemerintahan desa, optimalisasi dana desa, serta pengembangan BUMDes dan ekonomi lokal,” jelasnya.

Jakaria menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan kualitas pembangunan desa, tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat, pengembangan potensi lokal, serta peningkatan kapasitas aparatur desa.

Ia berharap capaian yang diraih Kabupaten Malinau dalam peringatan Hari Desa Nasional tahun ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh desa untuk terus berinovasi dan berkembang.

“Pemerintah Kabupaten Malinau berkomitmen untuk terus mendorong kemajuan desa sebagai fondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara merata,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *