
Malinau — Festival IRAU ke-11 dan perayaan Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Malinau kembali menghadirkan kejutan bagi masyarakat Bumi Intimung. Jumat (24/10/2025) malam, penyanyi kenamaan asal Malaysia, Francis Landong, tampil memukau di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung. Kehadiran musisi lintas negara ini menjadi salah satu suguhan istimewa dalam rangkaian hiburan yang telah berlangsung meriah sejak awal pekan.
Francis Landong, yang lahir di Sabah pada 10 Oktober 1960, dikenal luas sebagai penyanyi dan komposer yang membangun identitas musikalnya melalui kombinasi musik kreatif dan irama sumazau—alunan tradisional khas masyarakat Kadazan-Dusun di Sabah dan Sarawak. Sentuhan budaya itu tak hanya menjadi ciri khas setiap lagu yang ia bawakan, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri yang disambut hangat oleh masyarakat Malinau.
Sejak malam mulai turun, area Padan Liu’ Burung tampak dipadati ribuan penonton dari berbagai penjuru kecamatan. Antusiasme memuncak ketika Francis menaiki panggung dengan energi penuh. Ia membuka penampilan dengan salah satu lagu populernya yang langsung memancing tepuk tangan dan sorakan penonton.
Tidak hanya lewat suaranya yang khas, Francis juga berhasil memikat masyarakat Malinau melalui penampilannya yang sarat penghormatan terhadap budaya lokal. Malam itu, ia tampil mengenakan jaket bermotif batik Malinau, dipadukan dengan kalung manik dan topi tradisional, membuat penonton merasa dekat dan bangga melihat budaya daerah mereka dikenakan oleh artis mancanegara.
Di sepanjang penampilan, Francis beberapa kali berinteraksi dengan penonton, mengajak mereka bernyanyi bersama. Momen ini menjadi titik di mana suasana malam terasa begitu hangat—gabungan antara musik, kebersamaan, dan sukacita masyarakat yang merayakan momen besar daerah mereka.
Sejumlah lagu hits yang ia bawakan sukses menggoyang penonton yang ikut bergoyang mengikuti irama. Tak sedikit warga yang mengabadikan penampilan tersebut melalui gawai mereka, membuat suasana panggung dipenuhi cahaya lampu dari ribuan ponsel yang mengarah ke panggung.
Kehadiran Francis Landong tidak hanya menambah kemeriahan IRAU Malinau 2025, tetapi juga memperkuat citra festival ini sebagai perayaan budaya yang mampu menarik perhatian musisi lintas negara. Perpaduan antara budaya lokal Malinau dan sentuhan musik lintas batas memperlihatkan bahwa kegiatan ini terus berkembang menjadi ajang yang inklusif, modern, namun tetap sarat nilai tradisi.
Dengan penampilan energik dan penuh kehangatan, Francis menutup malam dengan kesan mendalam bagi masyarakat Malinau. Festival IRAU 2025 kembali membuktikan diri sebagai salah satu panggung budaya terbesar di Kalimantan Utara—tempat di mana seni, musik, dan kebersamaan bertemu dalam satu perayaan besar.

