Malinau – Setelah dibuka secara resmi oleh Sekretaris Utama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla., rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Malinau dan Festival Budaya IRAU ke-11 tahun 2025 resmi dimulai, Selasa (7/10/2025).
Selama 20 hari ke depan, pusat kegiatan di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung akan dipenuhi berbagai agenda seni, budaya, hingga pameran pembangunan yang menampilkan kekayaan dan potensi daerah. Acara ini tidak hanya menjadi wahana ekspresi budaya masyarakat, tetapi juga menjadi ajang promosi hasil karya, inovasi, dan keberhasilan pembangunan Malinau.
Beragam stan pameran yang ditata rapi menarik perhatian pengunjung. Selain diisi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN/BUMD, dan organisasi masyarakat, stan pameran juga menampilkan keunikan etnis dan paguyuban lokal. Tidak kalah menarik, 15 kecamatan di Kabupaten Malinau turut ambil bagian dengan menampilkan produk unggulan, mulai dari hasil pertanian, kerajinan, hingga inovasi pembangunan yang telah dicapai.
Kegiatan pameran ini semakin hidup ketika Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., beserta Forkopimda menyempatkan diri meninjau sejumlah stan. Di Stan Kecamatan Malinau Selatan Hilir, rombongan mencoba sumpit tradisional, alat makan khas yang masih digunakan masyarakat setempat. Sementara di Stan Kecamatan Sungai Boh, hidangan nanas khas Sungai Boh menjadi sorotan, menegaskan kebanggaan lokal atas produk unggulan wilayahnya.
Yang menarik perhatian, Kecamatan Malinau Utara memperkenalkan Batik Kemilau, hasil tangan pengrajin lokal. Batik ini memadukan motif ukiran berbagai etnis di daerah tersebut, mencerminkan semangat kebersamaan dan keberagaman yang menjadi identitas kuat masyarakat Malinau.
Rangkaian kegiatan ini, menurut panitia, bukan sekadar pesta rakyat. Lebih dari itu, Festival IRAU ke-11 menjadi momentum memperkuat persatuan, merayakan keberagaman budaya, dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap identitas lokal Malinau. Kehadiran stan pameran dari seluruh kecamatan, etnis, serta organisasi masyarakat mempertegas tujuan tersebut, menjadikan festival budaya ini sebagai cermin prestasi pembangunan dan harmoni sosial di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha lokal, HUT ke-26 Malinau dan Festival IRAU 2025 dipastikan akan menjadi pesta budaya yang tidak hanya meriah, tetapi juga bermakna dalam memperkuat ekonomi lokal dan identitas daerah.

