Malinau – Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., secara resmi menutup kegiatan Jambore Kader PKK Kabupaten Malinau Tahun 2025, yang digelar selama empat hari di Ruang Tebengang, Kantor Bupati Malinau, Kamis pagi (18/09/2025). Penutupan ini sekaligus menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-45 Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), yang menampilkan berbagai inovasi dan kreasi unggulan dari kader PKK di seluruh kecamatan dan desa di Malinau.
Selama empat hari pelaksanaan, Jambore Kader PKK menghadirkan 15 stand pameran yang memamerkan produk kreatif dan kerajinan lokal, mulai dari tenun khas, anyaman, olahan kuliner, hingga produk kerajinan berbasis bahan lokal. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi kader PKK dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis masyarakat dan upaya pelestarian budaya lokal.
Dalam sambutannya, Bupati Wempi menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas kerja keras para kader PKK. “Melalui kegiatan ini, kita bisa melihat bahwa semua produk yang ditampilkan merupakan hasil dari proses pelatihan, inovasi, dan uji coba yang telah dibuktikan melalui semangat dan dedikasi para kader PKK dari masing-masing kecamatan dan desa,” ujarnya. Bupati Wempi menekankan bahwa kreativitas yang lahir dari kegiatan ini bukan hanya memperkuat ekonomi lokal, tetapi juga menjadi simbol peran aktif perempuan dalam pembangunan daerah.
Ketua TP PKK Kabupaten Malinau, Ny. Maylenty Wempi, menambahkan bahwa semangat kebersamaan dan komitmen yang terbangun selama jambore harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di desa dan kecamatan masing-masing. “Kerja keras, komitmen, serta kebersamaan yang terjalin selama kegiatan Jambore ini menjadi energi positif untuk meningkatkan kontribusi kader PKK dalam pembangunan daerah, mendukung kesejahteraan keluarga dan masyarakat, serta menjadi bukti kecintaan kita terhadap karya lokal di bumi Intimung ini,” ujarnya.
Acara penutupan Jambore Kader PKK Kabupaten Malinau 2025 tidak hanya menjadi ajang apresiasi terhadap kreativitas, tetapi juga menegaskan peran strategis kader PKK sebagai pelopor pemberdayaan masyarakat, penggerak ekonomi lokal, dan pelestari budaya. Dengan kegiatan seperti ini, Malinau terus mendorong inovasi dan partisipasi aktif perempuan dalam pembangunan, sekaligus memperkuat identitas dan potensi daerah di kancah regional maupun nasional.
Top of Form

