Bupati Malinau Dampingi Pangdam VI/Mulawarman Apresiasi Satgas Pamtas Yonif 614/Raja Pandita yang Tuntas Bertugas di Papua

Malinau – Suasana haru dan bangga mewarnai Batalyon Infanteri 614/Raja Pandita, Rabu (17/09/2025) pagi, saat Pangdam VI/Mulawarman, Mayor Jenderal TNI Rudy Rachmat Nugraha, S.I.P., M.Sc., memimpin upacara penyambutan sekaligus purna tugas Satuan Tugas (Satgas) Kewilayahan Papua Yonif 614/Raja Pandita. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Malinau, Wempi W Mawa, S.E., M.H., yang turut mendampingi Pangdam dan memberikan penghormatan kepada para prajurit yang telah menuntaskan tugas negara di wilayah perbatasan.

Bacaan Lainnya

Pangdam VI/Mulawarman dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel Satgas yang selama 16 bulan bertugas di Papua telah menunjukkan dedikasi tinggi, disiplin, dan profesionalisme dalam menjaga kedaulatan serta keutuhan wilayah negara.

“Pengabdian yang telah ditunjukkan selama ini harus terus dijaga melalui kedisiplinan, etika, dan sikap profesional. Tugas ini bukan hanya membela negara, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi muda tentang arti pengorbanan dan tanggung jawab,” ujar Mayor Jenderal Rudy Rachmat Nugraha di hadapan ratusan prajurit dan keluarga yang hadir.

Pangdam juga menekankan pentingnya dukungan keluarga sebagai kekuatan besar di balik keberhasilan Satgas. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga prajurit yang telah memberikan doa, semangat, dan kesabaran selama masa penugasan yang penuh tantangan.

Bupati Malinau, Wempi W Mawa, S.E., M.H., menambahkan bahwa kehadiran Satgas Yonif 614/Raja Pandita telah memperkuat rasa aman di wilayah perbatasan Kabupaten Malinau, sekaligus mempererat sinergi antara TNI dan masyarakat lokal. “Kesiapsiagaan TNI dan dukungan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menjaga kedaulatan negara. Kami bangga memiliki prajurit yang berdedikasi tinggi,” katanya.

Dalam sesi penutupan, Pangdam mengingatkan seluruh prajurit untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat sinergi antar satuan, dan siap menghadapi tantangan keamanan di wilayah perbatasan. Upacara purna tugas ini ditutup dengan tradisi pemberian cendera mata sebagai penghargaan atas pengabdian para prajurit yang menuntaskan misi negara dengan penuh tanggung jawab.

Kegiatan ini bukan hanya menjadi momen penghargaan, tetapi juga simbol kekuatan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kedaulatan negara di perbatasan Indonesia.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *