Malinau — Pemerintah Kabupaten Malinau kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan kualitas sumber daya manusia di bidang keagamaan. Hal ini terlihat dalam pembukaan Pelatihan Seni Baca Al-Qur’an yang digelar oleh DPD Ikatan Profesional Qur’an dan Hadits (IPQAH) Kabupaten Malinau, Senin (1/9) pagi, di Ruang Laga Feratu Kantor Bupati Malinau.
Acara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Malinau, Jakaria, SE., M.Si, yang hadir sekaligus memberikan sambutan penuh apresiasi. Dengan mengusung tema “Bersama IPQAH Membangun Generasi Pecinta Seni Baca Al-Qur’an yang Indah dan Benar”, kegiatan ini menjadi salah satu program strategis yang meneguhkan semangat masyarakat dalam memuliakan kitab suci Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, Wabup Jakaria menilai pelatihan ini bukan hanya rutinitas keagamaan, tetapi sebuah langkah nyata dalam membangun karakter masyarakat Malinau yang beriman dan berakhlak mulia. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia yang baik harus dibangun mulai dari fondasi spiritual yang kuat.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPD IPQAH Kabupaten Malinau yang telah menginisiasi kegiatan penuh makna ini. Pemerintah daerah senantiasa berkomitmen mendukung setiap kegiatan yang membawa dampak positif, khususnya yang bertujuan meningkatkan kualitas pemahaman keagamaan masyarakat,” ungkap Jakaria.
Ia menambahkan, seni membaca Al-Qur’an bukan sekadar kemampuan melantunkan ayat-ayat suci dengan suara merdu. Lebih dari itu, pelatihan ini diharapkan dapat memperdalam pemahaman peserta terhadap ilmu tajwid, teknik baca yang benar, serta kemampuan melantunkan ayat sesuai kaidah.
“Saya berharap melalui pelatihan ini, para peserta dapat memahami seni baca Al-Qur’an secara mendalam, mulai dari tajwid hingga tata cara pelafalan yang baik dan benar,” tuturnya.
Pelatihan ini direncanakan berlangsung selama beberapa hari dengan menghadirkan para instruktur berkompeten dari IPQAH. Peserta yang hadir berasal dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari remaja, pengajar mengaji, hingga para pencinta seni baca Al-Qur’an dari sejumlah kecamatan di Malinau.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pembinaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan semangat masyarakat dalam melestarikan tradisi keagamaan yang berkualitas. Dengan terselenggaranya pelatihan tersebut, diharapkan akan lahir lebih banyak qari dan qariah yang mampu membawa nama Malinau di berbagai tingkat kompetisi hingga ke ajang nasional.
Pelatihan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pembangunan karakter dan spiritualitas masyarakat sebagai modal utama menuju Malinau yang berdaya saing dan berkelanjutan.

