Karang Taruna Sungai Tubu Gelar Turnamen Perdana, Pemuda Bangkit di Tengah Tantangan Geografis

Malinau — Semangat pemberdayaan pemuda di Kecamatan Sungai Tubu kian terlihat nyata setelah Karang Taruna Kecamatan Sungai Tubu (Kesitu) resmi terbentuk pada Agustus lalu. Baru beberapa bulan berjalan, organisasi kepemudaan ini langsung tancap gas dengan menyelenggarakan Karang Taruna Cup 2025, sebuah turnamen sepak bola antar desa yang mempersatukan anak muda dari lima desa di wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

Meski Kecamatan Sungai Tubu dikenal memiliki medan geografis yang berat—dengan jarak antardesa yang berjauhan serta sebagian wilayah berada di kawasan hutan dan Taman Nasional Kayan Mentarang—hal itu tidak mematahkan semangat para pemuda untuk bergerak dan membangun wadah organisasi yang solid.

Gagasan pembentukan Karang Taruna Kecamatan bermula dari diskusi sejumlah pemuda dengan Camat Sungai Tubu yang meminta fasilitasi pembentukan organisasi sesuai kebutuhan daerah. Setelah melalui proses yang cukup panjang, Karang Taruna akhirnya resmi dilantik pada Agustus 2025, bersamaan dengan Pekan Olahraga Kecamatan (PORCAM) dalam rangka peringatan HUT ke-80 RI.

Tidak menunggu waktu lama, para pengurus langsung menyusun program kerja. Salah satunya adalah pelaksanaan Karang Taruna Cup 2025, yang difokuskan sebagai ajang pencarian bakat muda serta sarana mempererat hubungan antar desa: Long Pada, Long Ranau, Long Nyau, Rian Tubu, dan Long Titi.

“Karang Taruna Cup 2025 ini adalah yang pertama sejak Kecamatan Sungai Tubu berdiri. Puji syukur, di bawah kepemimpinan Bupati Malinau Bapak Wempi W. Mawa melalui Dispora Malinau, kami mendapatkan ruang untuk melaksanakan kegiatan olahraga. Antusiasme masyarakat saat PORCAM Agustus lalu dan semangat atlet KESITU saat IRAU menjadi motivasi terbesar kami,” ujar Idau, Ketua Panitia Pelaksana, Kamis (20/11/2025).

Camat Sungai Tubu, Jimmy Sakay, S.Hut., M.H., menyampaikan apresiasi atas inisiatif pemuda yang dinilainya sebagai energi baru bagi pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa peran pemuda sangat penting bagi kemajuan kecamatan yang baru berdiri pada tahun 2013 ini.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang diskusi, kreativitas, dan gerakan pemuda. Sungai Tubu harus bergerak cepat, dan anak muda adalah motor penggeraknya. Pemerintah siap mendukung, dan Karang Taruna terbukti memanfaatkan ruang ini dengan baik. Semoga turnamen ini menjadi agenda tahunan,” tegas Camat Jimmy.

Selain menjadi panggung olahraga, kegiatan yang dipusatkan di Desa Long Pada ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Sepanjang pertandingan yang berlangsung pagi dan sore hari, warga membuka warung dan berjualan makanan untuk memenuhi kebutuhan para pemain dan penonton.

“Kami juga mendorong masyarakat untuk berjualan, mulai dari jajanan ringan hingga makanan berat. Ini sekaligus menjadi kesempatan ekonomi bagi warga,” tambah Idau.

Turnamen ini resmi dibuka oleh Camat Sungai Tubu dan menghadirkan 10 tim sepak bola dari seluruh desa se-Kecamatan Sungai Tubu. Pertandingan berlangsung penuh semangat, mencerminkan tekad pemuda untuk terus bersatu dan menunjukkan kemampuan mereka meskipun tinggal di wilayah yang penuh tantangan akses dan infrastruktur.

Karang Taruna Cup 2025 menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan komitmen pemberdayaan pemuda di Sungai Tubu tidak pernah padam. Lebih dari sekadar turnamen, kegiatan ini menjadi simbol bangkitnya peran generasi muda dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya di wilayah perbatasan tersebut.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *