Bupati Malinau Wempi Raih Penghargaan Nasional, Budaya Lokal Jadi Motor Pembangunan Daerah

Malinau – Kepemimpinan Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., kembali mendapat pengakuan nasional. Kepala daerah yang dikenal inovatif dan visioner ini menerima Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2025 dari tvOne untuk kategori Pelestarian Budaya & Kearifan Lokal”, Jumat (7/11/2025), di Studio tvOne The Convergence Indonesia, Jakarta.

Bacaan Lainnya

Penghargaan bergengsi ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Bupati Wempi dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kegiatan berbasis kebudayaan.

Keberhasilan ini tercermin nyata melalui penyelenggaraan Festival Budaya Irau ke-11, yang digelar selama 20 hari, mulai 7 hingga 26 Oktober 2025, dalam rangka memperingati HUT ke-26 Kabupaten Malinau. Festival yang menampilkan seni, musik, tarian, dan tradisi berbagai etnis ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Berdasarkan survei gabungan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malinau dan Politeknik Malinau, perputaran ekonomi selama Festival Irau mencapai Rp107,5 miliar, meningkat hampir dua kali lipat atau 199,55 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat Rp44,83 miliar. Lonjakan ini menegaskan bahwa kebijakan Bupati Wempi berhasil menjadikan budaya lokal sebagai sumber kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menyampaikan apresiasi kepada para penerima penghargaan, termasuk Bupati Malinau. “Para pemenang adalah sosok yang memilih berpeluh, bukan mengeluh, menciptakan gagasan dan ruang inovasi yang selaras dengan arahan Presiden dan Menteri Dalam Negeri. Ini adalah teladan bagi kepala daerah lain,” ujar Bima.

Bupati Wempi menegaskan, penghargaan ini bukan semata untuk dirinya, tetapi untuk seluruh masyarakat Malinau dan para pelaku budaya yang telah berperan aktif dalam mempertahankan tradisi lokal. Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari angka ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga identitas budaya sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

“Budaya adalah akar kita. Melestarikan kearifan lokal sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat menjadi strategi kami membangun Malinau yang berdaya saing,” kata Bupati Wempi.

Penghargaan ini menegaskan posisi Malinau sebagai daerah yang tidak hanya kaya akan budaya, tetapi juga inovatif dalam memanfaatkan potensi lokal untuk kemajuan masyarakat. Prestasi ini sekaligus menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah lain untuk menempatkan budaya sebagai pilar pembangunan berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *