Malinau — Upaya Pemerintah Kabupaten Malinau dalam memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) semakin tepat sasaran kembali mendapat perhatian publik. Pada Sabtu (22/11/2025), Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan peninjauan langsung pemasangan stiker keluarga miskin di Dusun Rajuk, Desa Paking. Kegiatan ini merupakan bagian dari verifikasi lapangan yang dilakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Sosial (DP3AS).
Verifikasi pemasangan stiker menjadi salah satu instrumen penting dalam memastikan keakuratan data penerima bansos. Melalui langkah ini, pemerintah dapat menilai langsung kondisi riil masyarakat serta mengevaluasi apakah mereka masih layak atau tidak menjadi penerima bantuan. Proses pengecekan dilakukan door to door, disaksikan oleh aparatur desa, tokoh masyarakat, dan pendamping sosial.
Dalam kegiatan tersebut, dua warga secara sukarela menyatakan mengundurkan diri sebagai penerima bantuan sosial karena merasa kondisi ekonomi mereka sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya. Tindakan ini mendapatkan apresiasi langsung dari Bupati Wempi yang hadir di lokasi.
“Saya sangat menghargai kejujuran dan kesadaran warga Dusun Rajuk yang dengan sukarela mundur dari daftar penerima bantuan. Sikap seperti ini mencerminkan integritas dan empati sosial yang luar biasa. Bantuan sosial seharusnya diperuntukkan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujar Bupati Wempi.
Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh memperbaiki kualitas data kemiskinan serta memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan berjalan efektif dan transparan. Menurutnya, data yang valid menjadi kunci agar intervensi pemerintah bisa tepat sasaran, sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
“Kami terus mendorong verifikasi dan validasi data penerima bantuan agar lebih akurat. Ini penting agar anggaran sosial digunakan secara optimal dan tidak terjadi ketidaktepatan sasaran. Kami ingin membangun budaya baru, yaitu budaya kejujuran dan kesadaran kolektif untuk saling peduli,” tambahnya.
Bupati Wempi juga mengajak perangkat desa, RT/RW, serta pendamping sosial untuk terus aktif mengawasi penyaluran bantuan di wilayah masing-masing. Ia menekankan bahwa perbaikan data tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan di Dusun Rajuk ini diakhiri dengan dialog antara Bupati dan warga setempat. Masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi terkait akses bantuan, infrastruktur desa, dan peningkatan kesejahteraan. Pemerintah daerah berkomitmen menindaklanjuti masukan tersebut sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan Malinau yang inklusif dan berkeadilan.

