Jakarta — Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., tampil dalam wawancara edisi khusus bersama Tempo, Rabu (19/11/25), membahas kesuksesan perhelatan HUT ke-26 Kabupaten Malinau sekaligus Irau ke-11. Acara tahunan yang menampilkan kekayaan seni dan budaya lokal ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat daerah, tetapi juga artis ibu kota dan jajaran Pemerintah Pusat.
Dalam wawancara yang berlangsung hangat, Sekda Ernes menekankan bahwa salah satu tujuan utama HUT dan Irau adalah memperkuat identitas lokal sekaligus menyatukan seluruh etnis dan paguyuban yang ada di Malinau. “Melalui seni dan budaya, kita bisa membangun kebersamaan dan memperkuat tali persaudaraan antar etnis yang ada di Kabupaten Malinau. Inilah yang menjadi kekuatan utama daerah kita,” ujarnya.
Ernes menjelaskan, persiapan HUT dan Irau tahun ini dilakukan secara matang, dengan melibatkan berbagai komunitas seni, paguyuban etnis, serta pemerintah desa. Acara menampilkan berbagai pertunjukan budaya, tarian tradisional, pameran seni kriya, dan kuliner khas Malinau, yang berhasil memikat perhatian pengunjung dari dalam maupun luar daerah. Partisipasi artis ibu kota turut menambah daya tarik dan memperluas jangkauan publikasi budaya Malinau.
Selain sebagai momentum hiburan dan perayaan, HUT dan Irau juga menjadi ajang diplomasi budaya yang mampu menunjukkan keberagaman dan keharmonisan sosial di Malinau. Sekda Ernes menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan budaya seperti ini menjadi bagian dari strategi pembangunan sosial dan ekonomi, karena seni dan budaya dapat mendorong pariwisata, meningkatkan ekonomi kreatif, serta memperkuat identitas daerah.
Dalam wawancara tersebut, Tempo menyoroti gaya penyampaian Sekda Ernes yang lugas dan penuh visi. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan HUT ke-26 dan Irau ke-11 bukan sekadar pesta tahunan, melainkan upaya strategis untuk memperkuat integrasi sosial, mempromosikan potensi lokal, dan menegaskan posisi Malinau sebagai kabupaten yang modern namun tetap berakar pada tradisi.
Acara ini mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan, termasuk pemerintah pusat, akademisi, dan seniman, sebagai contoh sukses penyelenggaraan budaya yang inklusif dan berdampak positif bagi masyarakat. Ke depan, Pemkab Malinau berkomitmen untuk menjadikan seni dan budaya sebagai pilar pengembangan sosial dan ekonomi, serta memperkuat rasa bangga dan cinta tanah air di kalangan generasi muda.

