Negara-negara ASEAN terus memperkuat komitmen pada Kawasan Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ), yang dikenal sebagai Kesepakatan Bangkok sejak 1995. Malaysia sebagai Ketua ASEAN 2025 mendesak negara-negara berkekuatan nuklir seperti AS, Rusia, dan Tiongkok untuk menandatangani traktat tersebut.
Tiongkok menyatakan siap menandatangani tanpa syarat, sementara Rusia disebut tertarik. Namun, AS belum menunjukkan kepastian. Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, ASEAN juga mempertimbangkan mitra luar untuk pengembangan nuklir sipil.
Indonesia sendiri tidak tertarik pada senjata nuklir, namun melalui BRIN dan RPJPN 2025–2045, pemerintah berencana membangun PLTN pertama berkapasitas 250 MW sebagai bagian dari transisi menuju energi bersih 2060. PLTN diproyeksikan berkontribusi 7,9% dari total kebutuhan listrik nasional.

