Malinau – Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malinau pada Selasa (4/2). Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan dengan tenaga kesehatan serta mengevaluasi kualitas layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Wempi didampingi oleh Sekretaris Daerah, Dewan Pengawas RSUD, Direktur RSUD, serta jajaran manajemen rumah sakit. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu layanan kesehatan, termasuk memastikan fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kunjungan ini juga merupakan ajang silaturahmi dengan tenaga kesehatan, mengingat sebelumnya belum sempat bertemu dalam suasana Natal dan Tahun Baru Imlek,” ujar Bupati Wempi.
Bupati dan tim berdiskusi dengan para dokter serta tenaga kesehatan untuk mengevaluasi berbagai aspek pelayanan di RSUD Malinau. Wempi menekankan pentingnya peran tenaga medis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan, serta perlunya peningkatan fasilitas guna menunjang kualitas layanan bagi pasien.
Selain berdiskusi, ia juga meninjau sejumlah fasilitas rumah sakit, termasuk ruang anak, ruang jiwa yang segera difungsikan, serta dapur rumah sakit. Dalam peninjauan tersebut, ia mengapresiasi berbagai perbaikan yang telah dilakukan, mulai dari peningkatan kebersihan, distribusi makanan, hingga sterilisasi di sekitar ruang jenazah.
“Kami ingin semua fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara maksimal. Saya melihat beberapa catatan sebelumnya telah diperbaiki dengan baik, dan ini patut diapresiasi,” kata Bupati Wempi.
Ia juga meminta Dewan Pengawas serta manajemen rumah sakit untuk meningkatkan pengawasan guna memastikan pelayanan berjalan optimal. Selain itu, ia memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan atas upaya mereka dalam meningkatkan layanan kesehatan di wilayah Malinau, termasuk operasional 24 jam di delapan puskesmas.
Dengan adanya layanan UGD dan persalinan normal di puskesmas, lanjut Wempi, masyarakat tidak perlu lagi datang ke rumah sakit untuk keperluan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa tindakan medis yang lebih kompleks, seperti operasi, tetap harus dilakukan di rumah sakit karena memerlukan fasilitas yang lebih lengkap.
Ke depan, Bupati berharap optimalisasi alat kesehatan dapat terus ditingkatkan seiring dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia tenaga kesehatan.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan pelayanan kesehatan semakin baik. Komunikasi yang solid antara semua pihak akan menjadi kunci dalam mewujudkan hal ini,” tutup Bupati Wempi.

