Revitalisasi Tugu Putri Lemlai Suri di Bulungan

BULUNGAN – Pemerintah Kabupaten Bulungan telah menyelesaikan pemasangan patung Putri Lemlai Suri di atas Tugu Putri Lemlai Suri, yang juga dikenal sebagai Tugu Telur Pecah. Pemasangan patung berbahan tembaga dan kuningan seberat 1 ton tersebut dilakukan menggunakan tower crane, meskipun sempat mengalami penundaan.

Kini, kemegahan dan keindahan tugu dengan ketinggian 24 meter tersebut mulai dapat dinikmati oleh masyarakat, meski proses revitalisasi belum selesai sepenuhnya. Berlokasi di Jalan Sengkawit, sekitar 2 kilometer dari pusat kota, Tugu Putri Lemlai Suri menjadi landmark baru sekaligus kebanggaan warga Tanjung Selor.

Dalam proses revitalisasi, Pemkab Bulungan tetap mempertahankan bentuk asli tugu namun memberikan sentuhan modern dengan mengganti dominasi warna biru dan putih menjadi kuning dan hitam, dihiasi corak batik khas Kalimantan Utara. Perubahan serupa juga dilakukan pada patung Putri Lemlai Suri, yang kini berwarna tembaga kuningan untuk memberikan kesan lebih mewah.

Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan bahwa perubahan ini tidak menghilangkan nilai budaya tugu tersebut. Sebaliknya, revitalisasi bertujuan untuk menjaga dan memperkuat warisan budaya lokal. “Kami hanya mengubah warna tanpa mengubah bentuk aslinya. Tujuan kami adalah memperindah dan memperbesar tugu agar menjadi daya tarik dan kebanggaan Tanjung Selor,” ujarnya.

Merry, seorang warga Tanjung Selor, mengungkapkan rasa bangganya atas revitalisasi ini. Ia menyebutkan bahwa tugu kini terlihat lebih megah dan memberikan kesan ikonik bagi kota tersebut. “Kalau dilihat dari jauh, bahkan lewat spion, tugu ini tetap tampak indah,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *