Makassar – Bupati Malinau Wempi W Mawa, S.E., M.H., menghadiri Konferensi Nasional X Gereja Kemah Injil Indonesia yang digelar di Hotel Claro, Selasa (21/4/2026). Kehadiran kepala daerah tersebut menjadi perhatian tersendiri karena selain sebagai pimpinan daerah, ia juga hadir sebagai bagian dari warga Gereja Kemah Injil Indonesia.
Konferensi nasional yang berlangsung selama empat hari, mulai 21 hingga 24 April 2026, mempertemukan para pelayan Tuhan, pimpinan gereja, serta peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Agenda tersebut menjadi forum penting dalam memperkuat pelayanan, membangun kesatuan, dan merumuskan arah pelayanan gereja ke depan.
Dalam kesempatan itu, Bupati Wempi menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya konferensi nasional GKII yang ke-10. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki arti penting, tidak hanya bagi lembaga gereja, tetapi juga bagi kehidupan sosial masyarakat secara luas.
Menurut Wempi, tema “Tumbuh Bersama” yang diusung pada konferensi kali ini sangat relevan dengan tantangan pelayanan masa kini. Pertumbuhan gereja, kata dia, tidak hanya dilihat dari sisi jumlah, tetapi juga dari kedewasaan iman, kualitas pelayanan, dan kemampuan menjawab kebutuhan zaman.
Ia menegaskan bahwa kehadirannya di tengah konferensi bukan semata sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar GKII yang memiliki kerinduan melihat pelayanan gereja terus berkembang dan memberi dampak positif bagi masyarakat.
“Konferensi ini memberikan pengalaman rohani yang berharga, sekaligus memperkuat iman dan kebersamaan dalam pelayanan,” ujar Wempi.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pembangunan spiritual melalui kegiatan seperti ini sangat penting di tengah dinamika kehidupan modern. Menurutnya, masyarakat membutuhkan nilai-nilai iman, kasih, persatuan, dan integritas sebagai fondasi menghadapi berbagai tantangan sosial.
Ia menambahkan, forum nasional tersebut juga membuka ruang bagi para peserta untuk saling belajar, bertukar pengalaman pelayanan, serta memperoleh wawasan baru yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.
Bupati Wempi menekankan bahwa semangat tumbuh bersama tidak boleh berhenti sebagai slogan. Nilai tersebut harus diwujudkan melalui kolaborasi nyata, saling menopang antarjemaat, memperkuat solidaritas, dan meningkatkan kualitas pelayanan gereja ke depan.
“Semangat tumbuh bersama harus diwujudkan dalam kerja nyata, kebersamaan, dan komitmen untuk melayani lebih baik lagi,” ungkapnya.
Sebagai kepala daerah, Wempi juga melihat kontribusi gereja sangat penting dalam pembangunan masyarakat, terutama dalam pembinaan moral, pendidikan karakter, serta penguatan kehidupan sosial yang harmonis. Karena itu, sinergi antara lembaga keagamaan dan pemerintah perlu terus dijaga.
Ia berharap seluruh rangkaian Konferensi Nasional X GKII dapat berjalan lancar, menghasilkan keputusan yang membawa kemajuan pelayanan, serta menjadi berkat bagi seluruh peserta dan masyarakat Indonesia.
“Tuhan Yesus memberkati kita semua,” tutup Wempi.
Konferensi Nasional X GKII di Makassar diharapkan menjadi tonggak penting bagi perjalanan pelayanan gereja, sekaligus memperkuat semangat persatuan umat dalam menghadapi masa depan.

