Malinau – Pemerintah Kabupaten Malinau resmi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Malinau Kota dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Malinau Tahun 2027, Selasa (4/11/2025), bertempat di Aula SMPN 1 Malinau Kota. Acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., yang hadir didampingi jajaran perangkat daerah serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Wempi menekankan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Malinau 2025–2029 telah ditetapkan menjadi Peraturan Daerah pada 20 Agustus 2025, sebagai pedoman strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah selama lima tahun ke depan. RPJMD tersebut menjadi acuan bagi seluruh program dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten.
Bupati menjelaskan bahwa visi pembangunan daerah 2025–2029 adalah: “Terwujudnya pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan menuju Kabupaten Malinau yang maju, mandiri, dan sejahtera, berlandaskan nilai budaya dan kearifan lokal, didukung dengan pemerintahan yang profesional.” Visi ini diwujudkan melalui enam misi pembangunan, antara lain pengembangan sumber daya manusia, peningkatan ekonomi lokal, pembangunan infrastruktur, pengelolaan sumber daya alam, penguatan tata kelola pemerintahan, dan pemberdayaan masyarakat desa.
Lebih lanjut, Bupati Wempi menyoroti lima program unggulan daerah yang menjadi fokus utama, yaitu: Wajib Belajar Malinau Maju, Desa Sarjana Unggul, Pertanian Sehat (Pesat), Smart Government (Saget), dan Milenial Mandiri. Program-program ini menjadi pijakan dalam merumuskan rencana pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta ekonomi lokal yang berdaya saing.
Tema pembangunan Kabupaten Malinau untuk tahun 2027, menurut Bupati Wempi, adalah “Penguatan Tata Kelola Kelembagaan Berbasis Digital Menuju Pemerintahan yang Bersih, Adaptif, Melayani, dan Berkeadilan.” Musrenbangcam ini diharapkan menjadi forum strategis bagi pemerintah, perangkat daerah, dan masyarakat untuk menyusun prioritas pembangunan yang terukur dan tepat sasaran.
“Permasalahan pembangunan lima tahun ke depan harus ditangani secara bertahap dan terarah, mulai dari peningkatan kualitas SDM, pengentasan kemiskinan, hingga tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Musrenbangcam ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan program prioritas dengan aspirasi masyarakat,” ujar Bupati Wempi.
Musrenbangcam Malinau Kota dihadiri oleh perangkat kecamatan, perwakilan desa, akademisi, pelaku usaha, dan tokoh masyarakat, yang aktif memberikan masukan dan usulan untuk memastikan rencana pembangunan kabupaten tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
Hadirnya forum ini menegaskan komitmen Pemkab Malinau untuk menguatkan pembangunan berbasis digital, meningkatkan pelayanan publik, dan memperkuat tata kelola pemerintahan, sekaligus menyiapkan Malinau sebagai kabupaten yang maju, mandiri, dan berkeadilan.

