Peluncuran SAGET 17 Oktober: Malinau Jadi Pionir Ekosistem Digital Berbasis Smart Government

Malinau – Pemerintah Kabupaten Malinau semakin memperkuat arah transformasi digital di era birokrasi modern melalui program unggulan Smart Government (SAGET). Program ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efisien, transparan, dan terintegrasi, sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Malinau dalam mengadopsi teknologi informasi sebagai fondasi pembangunan daerah.

Bacaan Lainnya

Program SAGET merupakan salah satu dari lima program unggulan pada periode kedua kepemimpinan Bupati Wempi W. Mawa, SE., MH dan Wakil Bupati Jakaria, SE., M.Si. Tahun 2025 ditetapkan sebagai fase awal pembangunan ekosistem digital yang terintegrasi, yang akan mencakup tujuh aplikasi utama: Single Sign-On (SSO), Web Portal Malinau.go.id, SIM Desa Sarjana Unggul, SIM Pelayanan Kesehatan, SIM Pertanian Sehat, SIM Milenial Mandiri, dan SIM Database Kependudukan SAGET.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Malinau, Francis, menjelaskan bahwa aplikasi-aplikasi ini akan menjadi pondasi dari SAGET Super App, yang memungkinkan seluruh layanan publik diakses melalui satu pintu digital. Sistem ini juga akan dipantau langsung melalui Command Center, sehingga pemerintah dapat memastikan layanan cepat, transparan, dan akuntabel. “Ini adalah awal dari birokrasi baru yang praktis dan efisien, selaras dengan visi nasional Menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Langkah strategis Malinau ini mendapat apresiasi dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI. Ketua Tim Akselerasi Digitalisasi Pemerintah Daerah Komdigi, Rossi Adi Nugroho, menilai inovasi Pemkab Malinau sebagai contoh konkret bagaimana digitalisasi birokrasi dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Kalau digitalisasi dijalankan dengan baik, indeks kepuasan masyarakat akan meningkat, karena pelayanan menjadi lebih cepat, efisien, dan transparan,” jelas Rossi usai menerima audiensi jajaran Pemkab Malinau di Jakarta, Senin (13/10/2025).

Menurut Rossi, banyak daerah berhenti pada pembangunan aplikasi tanpa arah kebijakan yang jelas. Namun Malinau berbeda, karena telah menyiapkan desain besar digitalisasi yang menyeluruh. “SAGET ini bukan proyek jangka pendek. Kalau dijalankan konsisten, Malinau bisa menjadi contoh nasional,” tegasnya.

Peluncuran resmi ekosistem digital SAGET dijadwalkan pada 17 Oktober 2025 mendatang di Padan Liu Burung, langsung oleh Bupati Wempi W. Mawa dan Wakil Bupati Jakaria. Momentum ini sekaligus menjadi simbol dimulainya era baru birokrasi di Malinau, di mana layanan publik tidak hanya efisien dan transparan, tetapi juga berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Dengan langkah ini, Malinau menunjukkan kesiapan menjadi pionir Smart Government di Kalimantan Utara, memperkuat posisi daerah sebagai pelopor digitalisasi birokrasi, sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui inovasi layanan publik yang modern dan terintegrasi.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *