Festival Irau Ke-11 : Persaudaraan Lintas Daerah Terpancar dari Kehadiran Rombongan Krayan

Malinau — Gelombang semangat budaya melintasi batas administratif ketika puluhan masyarakat Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menempuh perjalanan panjang dan menantang demi menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Irau ke-11 dan peringatan HUT Kabupaten Malinau ke-26 tahun 2025.

Bacaan Lainnya

Rombongan tersebut berangkat dari wilayah pedalaman yang dikenal terisolasi, melewati ratusan kilometer jalur darat yang didominasi medan berat. Namun, perjuangan fisik itu tidak mengurangi tekad mereka. Dengan rasa bangga dan penuh harapan, mereka akhirnya tiba di Padan Liu Burung, pusat seluruh rangkaian acara Irau 2025 yang setiap tahun menjadi magnet bagi berbagai komunitas budaya di Kalimantan Utara.

Kepala Desa Pa’ Kebuan, Kecamatan Krayan Timur, Jumanli Yohanes, mengaku perjalanan menuju Malinau kali ini terasa lebih bermakna. Selain untuk memperkuat silaturahmi lintas daerah, kedatangan mereka juga didorong oleh kedekatan budaya suku Dayak Lundayeh yang merupakan identitas masyarakat Krayan.

“Irau merupakan acara besar, khususnya bagi kami di Krayan yang sudah terisolasi sejak dulu. Di sini ditampilkan adat suku Dayak Lundayeh, suku kami juga. Itu sebabnya kami merasa bangga dan ingin menyaksikannya langsung, meski perjalanan harus melalui jalan yang cukup menantang,” ungkapnya.

Ia mengatakan, kedatangan rombongan bukan sekadar kunjungan budaya, tetapi juga bentuk kebersamaan yang telah lama terjalin antara masyarakat Krayan dan Malinau. Meski berada di kabupaten berbeda, keduanya memiliki akar budaya yang saling terkait.

“Kami juga merasa sebagai bagian dari Malinau. Kesan kami sangat meriah, dan kegiatan Irau ini bisa menjadi inspirasi bagi kami di Krayan,” lanjutnya.

Menurut Jumanli, Festival Budaya Irau memiliki peran penting dalam memperkenalkan keragaman budaya Kalimantan Utara kepada Indonesia bahkan dunia. Ia menilai penampilan atraksi budaya pada pembukaan Irau sangat menggambarkan kekayaan identitas daerah.

“Kegiatan ini menggambarkan berbagai budaya yang ada di Kalimantan Utara. Ini penting agar dunia tahu bahwa kita punya kebudayaan besar dan indah,” ujarnya.

Rombongan Krayan juga mendapatkan sambutan khusus dari Bupati Malinau, Wempi W Mawa, SE., MH. Penyambutan hangat tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi para tamu dari perbatasan tersebut.

“Kami sangat senang dan bangga karena kehadiran kami sangat dihargai. Walaupun kami dari pelosok yang kecil, Pak Bupati menyambut kami dengan sangat rendah hati. Itu membuat kami merasa dihormati,” kata Jumanli dengan mata berbinar.

Hal senada disampaikan Selutan Daud, warga Krayan Timur yang baru pertama kali menghadiri Festival Irau. Ia menyebut pengalaman itu sebagai momen bersejarah dalam hidupnya.

“Ini pertama kalinya saya mengikuti Festival Irau dan HUT Malinau. Kami bangga bisa hadir dan menyaksikan langsung atraksi budaya yang begitu beragam. Budaya tidak bisa dibatasi oleh wilayah,” ujarnya.

Selutan juga mengaku takjub melihat harmonisasi berbagai atraksi budaya yang tampil di panggung Irau.

“Hanya di Malinau saya melihat atraksi budaya berbeda-beda tetapi tetap menyatu. Itu sangat berkesan,” tambahnya.

Ia berharap rangkaian kegiatan seperti Irau dapat terus berlangsung dan bahkan dapat menginspirasi penyelenggaraan festival serupa di Kabupaten Nunukan guna mempererat hubungan budaya antardaerah.

“Semoga kegiatan seperti Festival Budaya Irau juga bisa diadakan di daerah kami. Budaya menyatukan kita sebagai masyarakat Kalimantan Utara,” harapnya.

Perjalanan panjang rombongan Krayan bukan hanya catatan fisik menembus hutan dan gunungan tanah, tetapi juga simbol persaudaraan, kecintaan terhadap budaya leluhur, dan komitmen menjaga identitas Dayak di tengah modernisasi. Melalui kehadiran mereka, Festival Irau kembali menegaskan diri sebagai ruang temu budaya yang menjembatani batas wilayah dan mempererat ikatan masyarakat lintas kabupaten di Kalimantan Utara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *